-->

Warga Batu Palano Prihatin Lihat Rambu Asmaul Husna Berserakan, Aparatur Tak Peduli

                Rambu Asmaul Husna

Globalnewsindonesia.com,-AGAM,- Warga Nagari (Keluruhan) Batu Palano, Kecamatan Sei Puar, Kabupaten Agam Sumatera Barat (Sumbar) prihatin dan kecewa melihat pemandangan rambu Asmaul Husna (Nama-nama Allah SWT) yang dipasang di jalan utama di nagari mereka.

Pasalnya, pemasangan rambu sebanyak 99 buah tersebut kini tidak terurus, berserakan atau bergeletakan dibeberapa tempat dan dibiarkan begitu saja.

"Bagaimana kami tidak prihatin, rambu-rambu itu adalah nama-nama Sang Maha Kuasa, kini dibiarkan berserakan begitu saja oleh aparatur pemerintahan nagari," ungkap tokoh pemuda nagari setempat Danil, kepada media ini di Agam, Sabtu (11/07).

Ia katakan, rambu Asmaul Husna berada ditempat yang tidak selayaknya. Ada yang ditumpuk dipinggir jalan berserakan disemak-semak bahkan tumbang berada persis dekat kantor walingari.

Danil didampingi warga lainnya, Darizal dan Irwan melanjutkan, anggaran dana pemasangan rambu Asmaul Husna itu berasal dari silva ADN (Anggaran Dana Nagari) 2018 dan dikerjakan tahun 2019 kemarin.

"Masih baru kan selesai dikerjakan, tapi tidak dipasang ditempat selayaknya, bahkan berserakan begitu tetap dibiarkan. Seharusnya pemasangan rambu-rambu dibenarkan kembali," sebut mantan sebuah anggota LSM itu.

Ditanya sudah tahu kondisi rambu berserakan begitu, kenapa warga tidak membantu membenarkan atau memasang kembali sebagaimana layaknya rambu dipasang.

"Kami, termasuk warga pada umumnya tidak bersedia menyentuh apa lagi memasang kembali sebab tiang-tiang rambu itu katanya aset nagari. Apa lagi, awal maupun sebelum pemasangan warga tidak pernah diberitahu," ketusnya seraya menambahkan, pengerjaan puluhan rambu itu dikerjakan orang dekat aparat nagari.

"Pada umumnya warga nagari Batu Palano sudah mengetahui yang mengerjakan semua adalah orang dekat perangkat kenagarian," imbuh Danil yang pernah melaporkan kinerja aparat pemerintah nagari ke tingkat kabupaten.

Darizal, juga mantan aparat nagari yang berada di jalan lintas Provinsi Sumbar itu mengatakan, beberapa tahun belakangan ini setiap ada kegiatan tidak dilakukan sosialiasi terhadap warga, apa lagi kegiatan berbentuk proyek.

"Benar, apa pun kegiatan, apa lagi kegiatan berbentuk proyek, walinagari maupun aparaturnya tak pernah lagi melakukan sosialisasi," beber Darizal diamini Danil sambil memperlihatkan berkas-berkas kegiatan proyek di nagari mereka.

Ia menyebut, saat ini sudah berembus rumor tak sedap, bahwa di nagari Batu Palano ada proyek fiktif.

"Mungkin kami tidak menunggu lama, kebenaran rumor terkait proyek fiktif tersebut akan terungkap," sambung Irwan seakan tak ingin ketinggalan. (AE/Ma)