-->

Masyarakat Desa Benteng Rampas Soroti Proyek Jalan Lapen Poros Kp Lagos dan Kp Bobo-Wunis


GlobalNewsIndonesia.com; Masyarakat Desa Benteng Rampas menyikapi kinerja Kontraktor nakal yang mengerjakan Proyek  Jalan dari Kp  Lagos  - Kp Bobo - Kp Wunis , dengan menunjukan pernyataan sikap penolakan material yang sudah di Drop dan  tidak sesuai dengan bestek dan surat perjanjian kontrak kerja (SPK)

Pernyataan sikap Masyarakat Desa Benteng Rampas merupakan bentuk kekesalan mereka terhadap proyek di Wilayah mereka yang terkesan pengerjaannya asal asal saja.

Saat di jumpai Awak Media GNI pada rapat bersama Tokoh  Masyarakat dan Aparat Desa di Kantor Desa  Benteng Rampas , Selasa , 14 / 1 / 2020 , Menyatakan dengan tegas bahwa , Kami masyarakat Desa Benteng Rampas menolak Proyek Jalan dari Kp Lagos - Kp Bobo - Kp Wunis ,untuk di teruskan pengerjaannya , karena Material yang di turunkan tidak sesuai dengan spk.

Masyarakat yang di wakilkan oleh Tokoh Adat , Tokoh Masyarakat , Tokoh Pendidik , Ketua BPD , dan seluruh Aparat Desa Benteng Rampas , bersepakat melalui pembubuhan tanda tangan surat penolakan.

Bahwasanya , fakta yang di dapat di lokasi Proyek , Material Batu Siplit  35 dan 23 , bukan Batu Kali dan Batu Gunung hasil olahan Grezes , tetapi batu Batu itu adalah hasil olahan tangan Manusia dan hasil ayakan Batu Pasir dari Bondo.

Hari ini bentuk kekesalan Kami buktikan melaluai Musyawarah bersama untuk menolak Hadirnya Kontrakator yang hanya mencari keuntungan semata untuk mengerjakan Proyek di Desa Benteng Rampas.

Pentingnya Kami hadirkan Anggota DPRD Manggarai Timur pada pertemuan ini , agar di sikapi semua keluhan Kami terkait perilaku perilaku buruk dari para Kontraktor nakal yang kerjanya asal asalan saja , cetus Radus Damian.

Proyek Jalan Lapen dari Kp Lagos -  Kp Bobo - Kp Wunis ini , di Kerjakan oleh ,  Kontraktor ,  CV  Pelita Setia , konsultan perencana , Cv Wela Wua Rana ,  Dengan Pagu Dana 1.329.589.000 , dalam SPK Proyek ini di selesaiakan per - 19 / 12 / 2019 , fakta yang terjadi ,  proyek ini masih tunggak pengerjaannya se panjang  , 700 _ Ratuasan Meter.

Ini adalah fakta yang terjadi , maka sikap Kami sebagai  Masyarakat Desa Benteng Rampas , melalui tanda tangan pada Surat pernyataan sikap penolakan Material yang ada , sekaligus meminta ke pada pihak pihak terkait dalam hal ini Dinas PUPR selaku Mitra kerja dari pemilik Proyek dan DPRD Kabupaten Manggarai Timur selaku Penyalur Aspirasi  untuk sesegera mungkin menyikapi persoalan ini , cetus Radus Damian

Di antara yang hadir dalam Rapat menggerutu , waktu penyelsaian Proyek tidak tepat Waktu masih juga mau menipu Masyarakat dengan pengadaan Material yang tidak sesuai bestek dan (Spk)

Keluhan Masyarakat Desa Benteng Rampas pada pertemuan , di sampaiakn langsung di depan Ferdinandes Alfa salah Satu DPRD Kabupaten Manggarai Timur yang hadir memenuhi undangan Masyarakat Desa Benteng Rampas.

Fedinandes dalam pertemuan itu menyampaiakn , Saya selaku DPRD Kabupaten Manggarai Timur hadir di sini bukan sebagai DPRD Masyarakat kecamatan serambi rampas , elar , dan elar selatan , tetapi Saya hadir di sini sebagai DPRD Masyarakat Manggarai Timur di mana melekat dengan tugas Saya , yaitu sebagai Penyalur Aspirasi dan juga menjalankan Tugas sebagai  fungsi Pengawasan.

Ferdinandes menyatakan  mendukung pernyataan sikap penolakan yang di sepakati  Masyarakat Desa Benteng Rampas terkait Pengerjaan Proyek yang terkesan lalai.

"Saya akan sikapi semua temuan , terkait Pelanggaran yang di lakukakan oleh Pemilik cv Pelita Setia , jika pemilik Proyek masih menggunakan Material dan melangjutkan Pengaspalan , maka resiko tanggung sendiri , karena ini fakta temuan yang harus diberi sangsi",Tegas Ferdinandes

Kehadiran Ferdinandes merupakan angin segar bagi Masyarakat Desa Benteng Rampas , di mana Aspirasi mereka di dengar langsung dan di jawab langsung oleh Ferdinandes.

Harapan Masyarakat Bahwa apa yang mereka sampaiakan pada pertemuan itu akan merubah perilaku pemegang Proyek , untuk tidak lagi bermain main dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. (WENSISLAUS )

Side Ads

loading...