Latih Pemuda Bissappu dan Sinoa, Petambak Apresiasi Program SDM di Bantaeng -->
Clickadu
Ingin Mengirimkan Tulisan Kegiatan Apapun di GLobalnewsindonesia.com, dinomor center Kami 0823 7323 2423,

Latih Pemuda Bissappu dan Sinoa, Petambak Apresiasi Program SDM di Bantaeng

7/14/2021, 7/14/2021



GlobalNewsindonesia.com-BANTAENG --- Petani tambak di Kecamatan Bissappu dan Kecamatan Sinoa memberikan apresiasi terhadap sejumlah program pelatihan dan pengembangan SDM Pemkab Bantaeng. Mereka menyebut, pelatihan ini dapat mendorong pemuda di dua kecamatan itu bisa tetap produktif meski berada di masa Pandemi Covid-19. 


Pelatihan ini digelar oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Bantaeng. Sebanyak 16 pemuda dilatih selama 20 hari untuk pengembangan benih ikan air tawar. Mereka juga mendapatkan bantuan benih dan peralatan budidaya ikan air tawar. 


Salah saeorang petani tambak Kecamatan Bissappu, Asnadi memberikan apresiasi terhadap pemerintah Kabupaten Bantaeng yang terus membantu pemuda di Kecamatan Bissappu dengan pelatihan. Menurutnya, investasi Sumber Daya Manusia (SDM) ini akan mendorong produktifitas masyarakat meski berada di masa pandemi Covid-19. 


"Pelatihan budidaya ikan secara profesional ini menguntungkan kita yang anak muda di Bissappu. Daerah ini bisa dikelola dengan potensi budidaya ikan dan sangat menguntungkan di masa pandemi Covid-19 ini," jelas dia. 


Hal yang sama diungkapkan oleh petani tambak ikan air tawar di Kecamatan Sinoa, Toni Budiawan. Dia menyebut, bantuan dari pemerintah Kabupaten Bantaeng ini adalah salah satu upaya investasi masa depan untuk pemuda di Sinoa. 


"Sekarang kita tidak hanya bergantung dengan produksi pertanian saja. Kita juga bisa melakukan budidaya ikan air tawar secara profesional," jelas dia. 


Dia mengaku akan membagikan ilmu pengetahuan ini untuk pemuda lainnya yang ada di Kecamatan Sinoa. Dia berharap, ilmu ini bisa menjadi salah satu pendorong produktivitas masyarakat. 


Perwakilan BLK Bantaeng, Andi Asniaty mengatakan, para petambak ini diberikan pelatihan secara teori dan praktek selama 20 hari. Mereka diharapkan bisa menjadi petambak-petambak profesional yang bisa melahirkan banyak petambak-petambak lainnya. 


"Ini adalah bagian dari upaya meningkatkan SDM di Bantaeng," jelas dia.(*)

TerPopuler