HKN Saat Pandemi: Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat -->
Global News Indonesia Menerima Tulisan dan Artikel, Kegiatan Komunitas, Sosial, Opini, Informasi Donasi Rumah Ibadah dan Panti Asuhan, dll | Global News Indonesia juga membuka Kesempatan untuk Biro & Jurnalis Muda diseluruh Indonesia, | Jurnalis GNI dibekali Identitas dan surat Tugas, Informasi dan Pengaduan di Center 0823-7323-2423

HKN Saat Pandemi: Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat

11/13/2020, 11/13/2020



 



GlobalnewsIndonesia.com,- Purwakarta,- Tanggal 12 November, diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Indonesia. HKN pertama kali diperingati pada 12 November 1964 untuk mengingat keberhasilan pemberantasan malaria.


Melansir laman Kemkes, peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56 tahun ini juga sebagai momentum untuk menyatukan tekad dalam mewujudkan Indonesia semakin sehat dan semangat memperjuangkan ketahanan kesehatan Indonesia.


Pada peringatan HKN di Kabupaten Purwakarta, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Siti Ida Hamidah mengatakan, pelaksanaan HKN tahun ini tentu berbeda dengan tahun sebelumnya karena terjadi di tengah pandemi Covid-19.


Menurutnya, Pemkab Purwakarta kini tetap fokus untuk melayani masyarakat lewat pelayanan berupa deteksi dini Covid-19 untuk percepatan penanganan Covid-19. Selain mendorong disiplin penerapan protokol kesehatan, pelaksanaan 3M dalam setiap aktivitas juga sangat ditekankan.


"Pada perayaan HKN ke-56 tahun ini, pemerintah mengambil sub tema yang masih berhubungan dengan pandemi Covid-19, yaitu: Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat," kata Ida kepada awak media, Kamis (12/11/2020).


Kata Ida, tujuan utama dari peringatan HKN tahun ini adalah untuk menyatukan tekad dalam mewujudkan Indonesia semakin sehat dan semangat memperjuangkan ketahanan kesehatan Indonesia untuk keselamatan bangsa dari pandemi Covid-19. "Selamat Hari Kesehatan Nasional 2020. Tetap jaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu: Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak," ucapnya.


Konfirmasi Positif Masih Terus Bertambah

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Purwakarta, Deni Darmawan mengatakan, hingga hari ini Kamis 12 November 2020 masih terjadi fluktuatif pada jumlah warga yang terpapar Covid-19. Angka konfirmasi positif aktif dan yang sembuh cenderung naik.


"Secara kumulatif, jumlah warga terkonfirmasi positif covid-19 hingga hari ini mencapai 866 orang, 514 orang diantaranya dinyatakan sembuh dan 39 orang dinyatakan meninggal dunia. Kini, warga yang Terkonfirmasi positif yang masih aktif berjumlah 313 orang," kata Deni.


Terdapat data lainnya yang Deni sampaikan yaitu; untuk warga yang berstatus kontak erat hari ini jumlahnya bertambah 21 orang, kini menjadi ada 381 orang. Dan warga yang berstatus suspek jumlahnya bertambah 16 orang, kini jumlahnya menjadi 134 orang dan jumlah probable nihil. "Hari ini terjadi penambahan pada status konfirmasi positif sebanyak 28 orang, dan 2 orang dinyatakan sembuh dan 2 orang meninggal dunia," kata Deni.


Berdasarkan kondisi tersebut tersebut, GTPP Covid-19 Kabupaten Purwakarta meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dan tetap menjalankan program-program adaptasi kebiasan baru yang berkaitan dengan perubahan perilaku seperti tak lupa memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun (3M).


"Anda dapat melindungi diri sendiri dan membantu mencegah penyebaran virus covid-19 kepada orang lain jika anda melakukan langkah-langkah yang dianjurkan pemerintah. Sering-seringlah mencuci tangan. Bersihkan tangan secara rutin dan menyeluruh dengan alkohol atau cuci tangan menggunakan sabun dan air," kata Deni.


Selain itu, pakailah masker dan hindari menyentuh wajah. Tangan menyentuh banyak benda dan dapat mengambil virus. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut. Hindari berjabat tangan dengan orang lain dan jaga jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) diantara siapa saja yang batuk atau bersin. "Jika merasa tidak sehat seperti demam, batuk, dan sulit bernapas, minta bantuan medis dan teleponlah terlebih dahulu dan ikuti arahan tenaga medis," demikian Deni Darmawan. (Mjn)

TerPopuler