Deklarasi Kampanye Damai, Heldo: Calon Wako-wawako Bukittinggi hendaknya Sampaikan Gagasan yang Positif -->

Deklarasi Kampanye Damai, Heldo: Calon Wako-wawako Bukittinggi hendaknya Sampaikan Gagasan yang Positif

10/14/2020, 10/14/2020

 


GlobalNewsIndonesia.com, BUKITTINGGI- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bukittinggi, Sumatera Barat menggelar deklarasi kampanye damai dan penandatanganan pakta integritas serta Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan & Penanganan Covid 19”, Rabu (14/10/2020). Deklarasi tersebut dipusatkan di Hotel Grand Royal Denai Kota Bukittinggi.


Ketua KPU Bukittinggi, Heldo Aura dalam sambutannya mengatakan, kegiatan kampanye pemilihan serentak tahun 2020 sudah bergulir sejak tanggal 26 September 2020 dan berbagai kegiatan kampanye pun telah dilaksanakan oleh masing-masing Pasangan Calon. Meski kegiatan kampanye sudah bergulir, KPU Kota Bukittinggi tetap berkomitmen menyatakan sikap untuk mensosialisasikan pelaksanaan kampanye yang demokratis.


"Guna mendukung  proses kampanye yang demokratis itu, KPU Kota Bukittinggi perlu mendorong dan melakukan terobosan sosialisasi dalam bentuk pendekatan persuasif melalui ikrar deklarasi kampanye. Tujuannya adalah mewujudkan suasana kampanye yang badunsanak, aman, damai, tertib, sejuk dan sehat," katanya. 


Heldo melanjutkan, deklarasi kampanye damai diselenggarakan merupakan wujud tahapan sosialisasi mendukung pelaksanaan kampanye yang nyaman, tanpa adanya gesekan antar pasangan calon.


"Di daerah kita, lebih dikenal dengan kampanye badunsanak, menciptakan talisilaturrahim yang kuat sebab kita merupakan satu keluarga dan satu ikatan. Tentunya kita ingin menciptakan masyarakat kota sejahtera dan maju," harapnya.


Selain itu, kata Heldo, deklarasi kampanye damai bertujuan sebagai langkah terciptanya komitmen bersama agar pemilihan serentak 2020 tetap damai dan kondusif. 


Ia juga mengingatkan bahwa dalam kampanye pemilihan, selayaknya calon wako dan wawako Bukittinggi hendaknya menyampaikan gagasan yang positif,  berkompotisi ide-ide atau konsep membangun guna kemajuan dan kesejahteraan masyarakat banyak. Hal tersebut harus benar-benar dipahami dan dihayati agar kampanye terhindar dari black campaign, money politik terlebih penyebaran berita fitnah dan ujaran kebencian.


"Mari kita ciptakan kondisi kota yang kondusifitas dan stabilitas. Demokrasi ini harus menjadi pesta rakyat yang berkualitas untuk memilih pemimpin yang amanah serta memperjuangkan kepentingan masyarakat kota," ingatnya.


Heldo katakan, damai merupakan hal mendasar dalam demokrasi. Tidak ada demokrasi dengan kekerasan dan manipulasi. Pemilihan serentak tidak boleh berujung permusuhan, kerusuhan, apalagi perpecahan. Pemilihan serentak 2020 harus mutlak menciptakan rasa tenang, tenteram, dan aman dimana hal tersebut sebagai refleksi kerukunan warga. Pemilihan serentak sudah semestinya menyatukan pemilih untuk memilih yang terbaik bagi kepentingan pelayanan publik dan kepemimpinan Kota Bukittinggi.


"Damai tak cukup dideklarasikan saja, damai harus dibuat nyata. Dengan mempraktekkan apa yang ada di dalam teks dan konteks. Artinya, kedamaian pemilihan serentak 2020 akan terwujud jika kampanye benar-benar jadi ajang edukasi politik, adu gagasan dan program calon. Bukan sebaliknya marak pelanggaran, kecurangan, dan tindakan memecah," sebutnya.


Seluruh komponen masyarakat termasuk elite politik, kata Heldo lagi, mesti terbiasa membangun integritas politik sehingga edukasi kampanye kepada masyarakat bisa dimulai dari keteladanan menghargai perbedaan lewat ucapan, gestur, dan sikap nyata terutama dalam setiap kegiatan kampanye. 


"Kampanye harus dimaknai sebagai strategi politik untuk membidik pasar pemilih sekaligus memperluas pengaruh terhadap pemilih lewat penetrasi ideologi dan keyakinan," terangnya.


Ia pun berharap, peserta pemilihan dapat memanfaatkan masa kampanye melalui kampanye damai, tertib, tidak melakukan politisasi SARA, tidak menyebar berita hoaks, tidak melakukan politik uang dan tidak ada ujaran kebencian.


Sementara, terhadap para pasangan calon dan tim kampanye, Heldo meminta agar berkompetisi dalam menarik minat pemilih dengan solusi-solusi yang baik. 


"Manfaatkan masa kampanye sebaik-baiknya dengan menawarkan visi, misi dan program kampanye. Kampanye hendaknya dapat memberikan pendidikan politik kepada pemilih dan meningkatkan angka partisipasi pemilih," ucapnya.


Kegiatan itu juga mendeklarasikan Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Covid 19. Sebab, tambah Heldo, kampanye pemilihan 2020 masih dalam masa pandemik, maka KPU RI menetapkan aturan berdasarkan peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2020 yakni tentang pelaksanaan pilkada dalam kondisi bencana nonalam covid-19. 


Hadir pada acara deklerasi tersebut antara lain, PJS. Walikota Bukittinggi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Subdempom Kota Bukittinggi. Kepala Dinas Pol PP Kota Bukittinggi, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Kepala BPBD Kota Bukittinggi, Kepala Kantor Kesbangpol Kota Bukittinggi, Sat Intel Polres Kota Bukittinggi dan Sat Intel Kodim 03/04 Agam, tiga pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi Pemilihan Tahun 2020. Namun pasang calon nomor urut 2 Erman Safar-Marfendi tidak turut serta pada deklarasi tersebut. (an) 


TerPopuler