-->

Langgar Perda OT Sanksi tegas Menanti

 

GlobalnewsIndonesia.com – Upaya penegakan Perda OT (Organ Tunggal) yang main pada batas waktu yang ditentukan akan dilakukan Satpol PP Damkar kabupaten Lahat. Peralatan OT akan langsung disita bagi pengusaha yang membandel dan tidak mengindahkan aturan perda larangan OT bagi siapapun yang melanggar.

Kasatpol PP Damkar kabupaten Lahat H Fauzan Denin,AP MM mengatakan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Tripika bahkan pemerintah kecamatan, Koramil dan polsek terkait adanya instruksi dari Pemkab Lahat akan sanksi bagi warga yang melanggar Perda OT atau yang ngotot konser dimalam hari pada batas waktu yang ditentukan.

 

"Semua itu, sudah kita sampaikan kepada semua Camat yang ada di Kabupaten Lahat. Perintah tersebut, secara lisan dari pak Bupati Lahat Cik Ujang SH, dihadapan Forkopimda saat berada di Pendopoan rumah dinas,"ujarnya.

Dijelaskan Fauzan, perintah lisan Bupati Lahat Cik Ujang SH ini, kepada para Camat untuk dapat bekerjasama dengan Kapolsek dan Danramil diwilayah masing masing. Apabila masih ada keramaian, menurutnya, dengan menggunakan Orgen Tunggal (OT) dimalam hari dilakukan penyitaan bersama aparat Forkopincam alat orgen (Keybord) bawah ke Kabupaten diserahkan ke Sat Pol-PP Pemkab Lahat.

 

"Untuk alatnya baru bisa diambil setelah ada rekomendasi dari Camat, Kapolsek, Danramil, Kapolres Lahat, Dandim 0405 Lahat, MUI Kabupaten, dan Kasat Pol-PP Kabupaten Lahat. Itu semua, untuk mengantisipasi kejadian kejadian yang tidak kita inginkan. Kuncinya ada di Forkopincam. Pesta seperti musik remix terus menerus. Yang jelas, setiap acara hajatan ada anggota Pol-PP akan melakukan pemantauan dilokasi tersebut. Namun, apabila tetap ngotot main malam OT akan disita guna memberikan efek jera kepada sipemilik Orgen Tunggal," pungkasnya.(Kyg/Din/Tim)