24 KK Desa Karang Rejo Terima BLT Tahap IV -->

Advertisement

24 KK Desa Karang Rejo Terima BLT Tahap IV

8/11/2020

 

GlobalnewsIndonesia.com ; LAHAT - Pemerintahan desa (Pemdes) Karang Rejo Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, pada Senin (10/08/2020), kemarin, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) Tahap IV tahun 2020, kepada 24 kepala keluarga (KK). Kegiatan ini diyakini mampu mengurangi beban perekonomian masyarakat selam masa pandemi Corona.

"Tolong diingat bagi masyarakat Desa Karang Rejo penyaluran BLT dari DD ini telah memasuki Tahap ke-IV, sehingga, dana yang telah diterima benar benar dapat dimanfaatkan sebaik baik mungkin,"ujar Kades Karang rejo Komariatun dalam sambutannya.

Ditambah kan, kepala desa (Kades) Karang Rejo Kecamatan Merapi Barat Lahat, pemutusan mata rantai dalam penyebaran Pandemi atau Covid 19 ini, tidak bisa dipastikan kapan akan berakhirnya. Maka dari itu, kepala 24 kepala keluarga (KK) yang mendapat dana BLT dapat dipergunakan dengan tepat dan sesuai keperluan.

Sementara, Camat Merapi Barat, Kabupaten Lahat Sumarno SE MSi menyampaikan, kira kepada warga penerima Bantuan Lansung Tunai (BLT) dari DD tersebut, dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. Untuk diketahui, kata Camat Merapi Barat, pembagian BLT tahap I sampai tahap III sebesar Rp.600 ribu. Karenakan, masa Pandemi atau Covid 19 ini masih terus berkelanjutan, maka Pemerintahan Pusat menetapkan perubahan untuk BLT tahap IV warga menerima Rp.300 ribu.

"Dengan kondisi pandemi atau covid 19 masih berlangsung, maka kami mengharapkan masyarakat Desa Karang Rejo agar dapat selalu mentaati himbauan Pemerintah sesuai dengan Protokol Kesehatan," pesan Camat Merapi Barat.

Tidak itu saja, Sumarno juga mengingatkan, berada dimanapun tetaplah selalu memakai masker, apalagi saat bepergian, lalu, biasakanlah mencuci tangan dengan menggunakan sabun untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19.

"Tetaplah jaga kekompakan selalu, terutama sesama desa tetangga dalam menjaga keamanan. serta kami menghimbau dimusim kemarau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan demi kebaikan kita semua," pungkas Sumarno. (Kyung)