Hoaks: Soal Isu Akan Ditutupnya Pasar Rebo Dari Dampak Maraknya Covid-19 -->
Global News Indonesia Menerima Tulisan dan Artikel, Kegiatan Komunitas, Sosial, Opini, Informasi Donasi Rumah Ibadah dan Panti Asuhan, dll | Global News Indonesia juga membuka Kesempatan untuk Biro & Jurnalis Muda diseluruh Indonesia, | Jurnalis GNI dibekali Identitas dan surat Tugas, Informasi dan Pengaduan di Center 0823-7323-2423

Hoaks: Soal Isu Akan Ditutupnya Pasar Rebo Dari Dampak Maraknya Covid-19

3/23/2020, 3/23/2020


GlobalNewsIndonesia.Com Purwakarta . Dari Jajaran Pengurus Perkumpulan Warga Pasar ( PERWAPA ) Pasar Rebo Purwakarta, turut serta mencegah memyabarnya Virus Corona  di area Pasar Rebo,Jalan Kapten Halim No.43, Kelurahab Nagri Kidul, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat,Minggu (22/03).

"Dalam mengantisipasi penularan wabah covid-19, Bendahara Perwapa Yayat Hidayat, menganjurkan dan menghimbau kepada para pedagang dan pengunjung agar mengunakan masker dan harus menyediakan alat pembersih tangan atau alat semprot disinfektan di kios atau lapak masing-masing",Tegasnya.

Masih menurutnya, kami di sini sedang melaksanakan pembersihan dan pengerukan saluran air di depan Pasar Rebo Purwakarta dalam rangka pencegahan wabah Virus Corona, jelasnya Yayat saat dia sedang memantau para pekerja.

Soal mengenai isu yang merebak di masyarakat bahwa Pasar Rebo akan tutup selama tiga hari terhitung mulai hari Senin tanggal 23 sampai 25 Maret 2020.berita tersebut adalah hoax.

Alhamdulillah Pasar Rebo masih aman bebas dari paparan wabah cobid-19 dan semoga saja tidak terjadi di lingkungan
Pasar."Jelasnya.

Hal lain, kami belum mendengar adanya keterangan dari Dinas Kesehatan terkait yang menyatakan pasar rebo sudah masuk zona merah penyebaran covid -19 (Virus Corona), jelas Yayat dengan nada tinggi.

Kemudian,selama belum ada intruksi dari Pemkab Purwakarta, untuk menghentikan sementara aktivitas di pasar tradisional Pasar Rebo, kami tetap buka, lagi pula kasihan masyarakat Purwakarta jika sampai pasar tradisional pasar rebo harus tutup terutama golongan masyarakat menengah kebawah, pungkasnya. (RK)

TerPopuler