150 Orang Ikuti JPS 2021, Kayuh Sepeda Sembari Promosikan Wisata -->
GNI Menyediakan Portal Gratis untuk sekolah yang ingin transpormasi Pembelajaran Digital (daring), kunjungi www.ayobelajar.gni.or.id untuk Mendaftar, atau Phone : 082380832450 , E-mail : gni@gni.or.id

150 Orang Ikuti JPS 2021, Kayuh Sepeda Sembari Promosikan Wisata

11/12/2021, 11/12/2021


GlobalNewsIndonesian.com - Makassar. -- Tatkala mentari pagi di hari Kamis (11/11/21) mulai mengintip dari balik peraduannya, para pesepeda telah berkumpul di depan Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Rujab Wagub Sulsel) di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.


Ratusan pesepeda itu bersiap mengikuti event Jelajah Pesona Sulawesi 2021 (JPS 2021) yang dilaksanakan komunitas Sepeda Lipat Makassar (SLiM) bekerja sama dengan Dinas Kebudayan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (Disbudpar Sulsel) dan PHRI (Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia) serta sejumlah sponsor.


Andi Sudirman Sulaiman selaku Plt Gubernur Sulsel yang menempati rujab itu mengawali dengan sambutan singkat. Pesepeda pun dijamu sarapan bersama panitia dan kru yang akan terlibat menyukseskan gowes sejauh 333 Kilometer dari Makassar menuju Toraja.


Diungkapkan, bersepeda merupakan bentuk kecintaan terhadap lingkungan. Mendorong untuk membudayakan dan membiasakan bersepeda.


_"Kegiatan kita hari ini adalah kecintaan kita, bagaimana hidup sehat, bagaimana ramah dengan lingkungan karena sepeda lipat tidak menimbulkan emisi," ungkapnya._


Lebih lanjut Andi Sudirman menegaskan, pemerintah akan memberikan perhatian lebih terhadap olah raga bersepeda, terutama penyediaan jalur sepeda di jalan raya. Langkah konkritnya akan dimulai pada jalan provinsi.


_"Ya sudah, kita cat-catlah itu jalan-jalan yang menjadi kewenangan provinsi. Jalan kewenangan provinsi kan banyak, nanti kita mulai bikinkan track-track ya," tegasnya._


Menyinggung pariwisata dan lingkungan hidup, dirinya berharap pesepeda menjadi duta untuk mengkampanyekan dan mempromosikan kepada khalayak bahwa bersepeda punya banyak manfaat disamping kesehatan.


Satu diantatanya, sambil bersepeda dj rute Makassar-Toraja ini, peserta dapat membagikan informasi pariwisata agar sektor unggulan Pemprov Sulsel itu kembali bangkit dna bergairah untuk menyambut serta memberikan layanan terbaik kepada wisatawan.


_"Jangan berhenti untuk kampanye. Salamakki (semoga selamat), mudah-mudahan sampai tujuan dengan selamat dan tentu tetap diberikan kesehatan," imbuhnya._


Muhammad Jufri yang juga hadir pagi itu kepada media membeberkan, Disbudpar Sulsel yang kini dipimpinnya konsen menyokong event-event di tengah makin membaiknya kondisi Sulsel akibat Pandemi COVID-19. Event ini bagian dari atraksi yang penting sebagai satu dari unsur 3A (atraksi, amenitas, aksesibilitas) yang mendukung kepariwisataan.


_"Event Jelajah Pesona Sulawesi 2021 punya multiplier effect, itu harapan kami dan kami yakin akan itu. Seorang pesepeda bisa memposting foto menarik di (akun) media sosialnya, ratusan bahkan jutaan orang akan melihatnya, besar kemungkinan mereka akan datang ke destinasi wisata itu. Apalagi kalau 150 orang peserta JPS 2021 ini lakukan hal sama dari Makassar sampai ke Toraja dan pulang ke Makassar lagi," terangnya._


Menurutnya upaya membangkitkan kepariwisataan bukan saja menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah semata. Sebagaimana tourism pentahelix menguraikan ada unsur masyarakat atau komunitas, pengusaha, akademisi dan media selain pemerintah.


Promosi melalui media sosial sangat efektif di era industri 4.0, dimana terjadi disrupsi teknologi. Tak hanya kalangan milenial, sudah merambah dan merasuki anak-anak, dewasa hingga orang tua, bagaimana pengaplikasian kecerdasan buatan atau artificial intelligence mempengaruhi hampir seluruh sendi-sendi kehidupan.


_"Kita yang ada di era teknologi serba berkemajuan saat ini dituntut untuk melek teknologi. Pariwisata pun begitu, promosi tidak lagi bertumpu pada metode analog, manual, dan konvensional. Cukup klik saja, kita sudah bisa tahu kapan, bagaimana, dan apa yang akan dilakukan untuk bisa tiba dan menikmati keindahan Sulawesi Selatan," ujarnya._


Tapi yang terpenting, masyatakat dan semua unsur pentaheliks pariwisata harus ambil bagian menjadi subyek. Menyediakan informasi lalu mempromosikannya dengan cara dan metode yang beragama termasuk cara-cara konvensional yang juga masih efektif untuk ruang dan waktu berbeda.


_"Saya mengajak kita sekalian untuk sadar wisata. Di pariwisata kita kenal Sapta Pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan). Bersepeda seperti hari ini, kita aplikasikan ini agar kita menjadi contoh bagi yang lain," imbuh Jufri._


Ditanya mengenai JPS 2021 yang akan melewati 9 daerah, Jufri berharap peserta tidak melewatkan destinasi yang akan dilalui untuk kemudian dibranding sedemikian rupa sebagai bentuk-bentuk promosi pariwisata. Caption pada Instagram, Facebook, YouTube maupun Twitter harus memberi gambaran jelas, sehingga mereka yang melihatnya dengan cepat memberi like dan comment.


_"Sudah di-like, lanjut berkomentar, kemudian mereka bagikan ke teman-temannya. Disitu sudah ada foto atau video keren ketika berada di sebuah destinasi wisata. Mungkin foto ban sepeda, tapi latar belakangnya mungkin Gunung Bambapuang atau Buntu Kabobong, yang begini Saya yakin orang akan tertarik," pungkasnya._


Ketika foto dan video ini tiba di beranda akun orang luar negeri ataupun masyarakat luar Sulsel, Jufri meyakini akan mampu memikat untuk berkunjung ke Sulsel secepatnya. Terlebih sudah hampir 2 tahun, masyarakat terkungkung di rumah karena diminta mengurangi mobilitas selama Pandemi COVID-19.


Jufri juga menerangkan, peserta tidak menghabiskan waktu sehari untuk bisa tiba di Toraja, tapi panitia telah menyiapkan 3 etape, Makassar-Pinrang, Pinrang-Enrekang, dan Enrekang-Toraja (Tana Toraja dan Toraja Utara). Pagi itu, dia tidak mau ketinggalan mengayuh sepeda berwarna merah, lengkap dengan helem berstandar SNI menyusuri Jalan AP Pettarani yang menjadi rute awal menuju garis finish di Toraja tanggal 13 November mendatang. (*)


TerPopuler