-->

Sepak Terjang DA Bak Dongeng Penggembala Lembu Didalam Hutan



Globalnewsindonesia.com ; Lahat – Aksi sosial kemasyarakatan demi menegakkan sesuatu yang diangap keadilan dan kebenaran yang selama ini dikumandangkan aktivis DA (Inisial red-red/Pimpinan forum pedagang PTM Serelo)  ibarat cerita seorang penggembala Lembu yang melihat seekor Srigala hendak memangsa hewan ternak peliharaanya didalam hutan.


Dimana, saat penggembala dipercaya untuk menjaga hewan peliharaan namun ditengah hutan yang sepi dia mendapat ide agar dapat membuat hutan menjadi ramai dengan memberikan cerita bohong bahwa ada segerombolan Srigala hendak memangsa Lembu, disaat warga ramai datang memberikan pertolongan namun ternyata Penggembala sedang berbohong akhirnya tertipula masyarakat banyak.


Begitu pula untuk ke Dua kalinya sang Penggembala Lembu kembali melapor kepada pihak keamanan kampung bahwa datang lagi segerombolan Srigala hendak memangsa Lembu didalam hutan namun ternyata kembali berbohong dan tertipula masyarakat.


Akan tetapi, yang ke Tiga benar-benar ada seekor Srigala buas mendatangi dan hendak memangsa Lembu dan Penggembala berteriak meminta pertolongan namun seluruh tokoh masyarakat kampung sudah tidak percaya dengan kabar dari Penggembala sehingga hewan peliharaannya habis dimangsa dan membuatnya kebingunan akan ancaman yang didepan mata.


Betapa tidak, akibat perjuangan yang selalu berujung lapor sana sini namun tidak membuahkan hasil akibat ulahnya sendiri dengan memanfaat kan momen dan diduga mencari keuntungan dengan mengikuti hati nurani tanpa diiringi akal sehat membuat banyak banyak orang tidak lagi percaya akan Integritas dan apa yang dilakukannya.  


Apalagi saat ini nama tersebut mulai ditinggal kan satu per Satu oleh orang disekelilingnya khususnya saat menjadi pimpinan LSM membuatnya merasa bosan dan kesepian sehingga merindukan aktivitas keramaian seperti unjuk rasa yang sering dibuat sebelumnya. Namun, saat ini survey membukti kan bahwa tingkat kepercayaan akan perjungan DA sudah diragukan sehingga waktu lah yang hanya bisa menjawabnya.


“Kiasan tulisan diatas hanya sebuah gambaran akan apresiasi terhadap perjuangan seorang aktivitas dalam memperjuang kan apa Kebenaran dan Keadilan, jadi para pembaca jangan terlalu dicermati,”sekian dan terima kasih mohon maaf jika ada kata dan tulisan yang tidak berkenan dihati serta tidak ada maksud untuk menyinggung atau menyindir,”,,,,(xxxxxxYung)