H-1 Tes CPNS, Penginapan Overload, Peserta Luar Daerah Mulai Berdatangan


     GlobalnewsIndonesia.com; LAHAT; - Menjelang H-1 tes CPNS membawa berkah para pengusaha kontrakan, maupun penginapan kelas melati dan berbintang. Pasalnya, banyaknya peserta yang berasal dari luar kabupaten Lahat serta jadwal yang mewajibkan datang tepat waktu membuat pesera tes CPNS tahun 2020 harus menginap agar tidak terlambat datang.

       Safuan (38) salah satu pengusaha kontrakan dikabupaten Lahat mengatakan, selama tes CPNS berlangsung dari tanggal 13 sampai 25 Februari 2020 sudah banyak yang menghubungi. Karenanya, saat ini kontrak kan miliknya diberlakukan sistem menginap satu hari khusus peserta tes CPNS dengan tarif Rp.100 ribu permalam.

      "Alhamdulilah sudah ada yang bookong untuk Tiga hari kedepan, biasanya orang menginap bayarnya bulanan atau tahunan namun selama tes CPNS kami berlakukan sistem bayar harian," ujarnya.

      SN (23) salah satu Receptionis hotel kelas melati yang enggan disebut namanya mengungkapkan, sejak tanggal 11 Februari 2020 seluruh kamar hotel sudah diBooking. Hal ini nampaknya akan terus berlanjut selama tes CPNS berlangsung.

      "Untuk harga tidak mengalami kenaikam yakni berkisar Rp.150 ribu sampai Rp.500 ribu permalam. Berdasarkan data E-KTP pengunjung semuanya berasal dari luar daerah mulai dari Palembang, OKI, OKU, lubuk Linggau bahkan pulau Bangka," imbuhnya.

      Sementara itu, Rendi (31) salah satu calon peserta tes CPNS asal OKU mengungkapkan, sengaja datang lebih awal agar bisa beristirahat dan tidak terlambat. Apalagi, sistem tes CPNS sangat ketat sehingga terlambat 10 menit saja bisa dianggap gugur.

       "Kalu aku jurusan tehknik dan diLahag menerima 3 CPNS, mudah -mudahan perjalanan yang jauh ini bisa membawa berkah untuk masa depan," jelasnya.

       Bupati Lahat Cik Ujang,SH saat meninjau lokasi tes (12/2) mengimbau agar para peserta tes CPNS untuk dapat mematuhi tata tertib yang berlaku. Selama tes berlangsung ada beberapa titik akses jalan yang ditutup sehingga jangan sampai menjadi alasan bagi peserta untuk terlambag datang.

      "Untuk jaringan internet Pemkab Lahat sudah berkoordinasi dengan pihak PKN agar jangan sampai lelet begitu juga pihak PLN telah diimbau untuk stanby dan tidak terjadi mati lampu mengingat tes tahun ini adalah yang pertama dilakukan sejak 10 tahun terakhir," pungkasnya.(Par)

Total Pageviews