Pemkab Purwakarta Bagikan Puluhan Gerobak Angkringan, Guna Dorong Pemulihan Ekonomi -->
Global News Indonesia Menerima Tulisan dan Artikel, Kegiatan Komunitas, Sosial, Opini, Informasi Donasi Rumah Ibadah dan Panti Asuhan, dll | Global News Indonesia juga membuka Kesempatan untuk Biro & Jurnalis Muda diseluruh Indonesia, | Jurnalis GNI dibekali Identitas dan surat Tugas, Informasi dan Pengaduan di Center 0823-7323-2423

Pemkab Purwakarta Bagikan Puluhan Gerobak Angkringan, Guna Dorong Pemulihan Ekonomi

1/11/2021, 1/11/2021

 


Global news Indonesia.com,- Purwakarta,- Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) setempat bagikan 60 gerobak angkringan kepada warga yang tersebar di 17 kecamatan di wilayah tersebut. Pembagian dilakukan secara simbolis di SKB Purwakarta, di Jalan Purnawarman, Senin (11/01/2021).


Dalam keterangannya, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, pembagian gerobak angkringan ini sebagai upaya Pemkab Purwakarta dalam pemulihan ekonomi warga saat pandemi.


"Gerobak dibagikan kepada pedagang keliling ataupun yang mangkal, ada dua jenis pembagian yakni bagi calon pedagang merupakan upaya cipta kerja dan yang ke dua merupakan yang sudah bejualan namun gerobaknya sudah tidak layak dan diganti dengan yang baru," kata Ambu Anne.




Ia berharap bantuan ini menjadi upaya positif dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Sebanyak 60 unit gerobak disebar hampir di semua kecamatan di Purwakarta. "Yang daftar jauh lebih banyak, namun mengingat anggaran yang tidak cukup, maka kami baru bisa mengakomodir 60 pedagang," tuturnya.


Menurutnya, kondisi UKM sekarang relatif cukup bertahan meski sebagian ada yang masih terdampak, seperti pedagang yang ada disekitar lokasi wisata.


"Seperti diketahui beberapa tahun lalu promosi wisata masih gencar seperti pedagang yamg berada di lokasi Situ Buleud itu masih terdampak karena mereka masih berharap dengan adanya Air Mancur Sri Baduga yang hari ini masih tutup, tetapi pedagang di beberapa kecamatan lainnya masih bertahan," demikian Ambu Anne. (Mjn)


TerPopuler