Gapura Bumi Jaya Indah, Rengut Nyawa Seorang Anak -->
Global News Indonesia Menerima Tulisan dan Artikel, Kegiatan Komunitas, Sosial, Opini, Informasi Donasi Rumah Ibadah dan Panti Asuhan, dll | Global News Indonesia juga membuka Kesempatan untuk Biro & Jurnalis Muda diseluruh Indonesia, | Jurnalis GNI dibekali Identitas dan surat Tugas, Informasi dan Pengaduan di Center 0823-7323-2423

Gapura Bumi Jaya Indah, Rengut Nyawa Seorang Anak

11/04/2020, 11/04/2020




GlobalNewsIndonesia.Com,- Purwakarta,- Rabu tanggal 4 Nopember 2020 sekitar pukul 09.10 Wib telah terjadi Kecelakaan kerja yang mengakibatkan orang meninggal dunia, dimana kejadian tersebut bermula ada pekerjaan perbaikan selokan di depan Perum Bumi Jaya Indah  Kel.Munjuljaya Kec / Kab.Purwakarta.


Pelaksanaan proyek  yang dikerjakan oleh pihak CV.Dalan Laju Sentosa ketika para pekerja sedang menggali saluran selokan yang  lokasinya berada persis dibawah tiang Gapura Perum BJI jln utama Rt 38/11 


Kelurahan Munjul Jaya, dan dalam keterangan saksi ketika sedang dilakukan penggalian pondasi tiang gapura tergali sehingga mengakibatkan tiang gapura tersebut ambruk menimpa seorang anak yg sedang main di dekat gapura dan mengakibatkan anak tersebut meninggal dunia,  diberitahukan  kondisi saat ini korban berada di RSUD Bayu Asih .


Kronologis korban sampai bisa ditempat kejadian ia ikut orang tuanya ketempat bapaknya bekerja yaitu di proyek perbaikan jalan / perbaikan selokan di perum Bumi Jaya Indah  Kel.Munjuljaya, dimana

Korban bernama A.A Bin Aris (13) Pelajar  Kp.pamengpeuk Rt 7/2 Ds.Wanasari Kec Wanayasa Kab. Purwakarta.


Sedangkan saksi saksi Aris (30)  orang tua korban, 

Buruh  Kp.pamengpeuk Rt 7/2 Ds.Wanasari Kec Wanayasa Kab .Purwakarta


Dan saksi lain  Ahmad Zaelani (40) Kp.pamengpeuk Rt 7/2 Ds.Wanasari Kec Wanayasa Kb.Purwakarta, dan juga saksi

Ayub (45) Pekerjaan Buruh

Alamat Kp.pamengpeuk Rt 7/2 Ds.Wanasari Kec Wanayasa Kab.Purwakarta. 


Dengan adanya kejadian ini kini ditangani pihak Polsek Kota dan Polres Purwakarta yang langsung melakukan olah TKP guna  penyelidikan lebih langjut (Mjn)

TerPopuler