-->

Petani Kalang Kabut Forum Pemerhati Petani Butta Toa FP2BT Rencana Gelar Aksi, Ada Apa.?

Forum Pemerhati Petani Butta Toa FP2BT gelar diskusi di sekertariat Jl.pahlawan Kec.Bissapupu sabtu,(18/7/20) pukul 19.30 wit

GlobalNewsindonesia.com-Bantaeng. -Sejatinya petani memang pantas bangga dan dibanggakan dikarenakan dari hasil tetesan keringat dan kreasi tangan merekalah berbagai bahan pokok dihasikan

Guna memenuhi Kebutuhan bahan pangan ini tidak bisa ditunda ketersediaannya atau tidak bisa diganti dengan bahan lainnya.

Kebutuhan tersebut harus selalu terpenuhi setiap saat, dan Petani pulalah yang menyediakannya untuk kebutuhan hidup banyak orang,

namun apa jadinya ketikan kebutuhan akan ketersedian benih dan obat-obatan serta pupuk sebagai kebutuhan yang mendasar tak terpenuhi pemeritah.

Sebagaimana yang dirasakan para petani di Kabupaten Bantaeng ahir-ahir ini dimana keluhan atas kelangkaan pupuk subsidi Jenis Urea tak didapatkan ditingkat pencer

Hal ini membuat Forum Pemerhati Petani Butta Toa (FP2BT) menyusun langkah dan strategi dalam memperjuangkan nasib kaum tani di Kabupaten Bantaeng dengan mengelar musyawarah dan diskusi di Rumah Ruhaedi Hasan (edi Bidik) bersama Anggota FP2BT di sekertariat Jl.pahlawan Kec.Bissapupu sabtu,(18/7/20) pukul 19.30 wit

Mengawali diskusi Ketua FP2BT, Jamaluddin Jamal mengatakan terbentuknya sekertariat Forum Pemerhati Petani Butta Toa sebagai wadah silatuhrahmi sesama Anggota sekaligus untuk menyatukan presepsi dan pikiran dalam memperjuangkan hak-hak para kaum tani di Kabupaten Bantaeng yang bejuluk Butta Toa.

Kita hadir untuk silatuhrahmi  sekaligus membahas polemik kelangkaan pupuk bersubsidi dimana hal ini membuat petani kita gelisah dan kalang kabut untuk mendapatkan pupuk Jenis Urea dengan harga yang meraka rasakan cukup mahal seharga 130.000 - 150.000 per zak dimana yang seharus pupuk subsidi hanya 1.800/ (kg) untuk Urea  harga Het, atau 90.000/zak

"Dimana yang seharus hadir digarda terdepan untuk memperjuangkan dan berperan penting adalah Kotak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan DPRD sebagai wakil Rakyat untuk mengobati penyakit tahunan yang diderita petani kita di Bantaeng" jelasnya Jamal

Ditambahkanya koordinasi dengan pihak terkait khususnya DPRD Kabupaten Bantaeng dan distributor pupuk dan KP3 melaui jajak pendapat di DPRD beberapa waktu lalu sepertinya tak membuahkan hasil yang siknifikan"ungkapnya

Hal senada juga disampaikan Aldi Naba menurutnya, kegelisahan yang dirasakan petani saat ini, tak lepas dari brobroknya pengawasan yang dilakukan KP3 dinama terdapat beberapa Kios atau toko yang menjual pupuk bersubsidi diatas harga Het, sementara ditingkat pengecer resmi tak ada sama sekali.

"Ini menandakan distribusi pupuk bersubsidi kepetani tidak merata dan cenderung diduga dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk meraut keuntungan,"

Petani adalah ujung tombak Negara kita dan pemeritah harus hadir dalam memenuhi ketersedian pangan olehnya itu diperlukan komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng,

dalam hal jaminan Ketersedian benih, pupuk dan obat-obatan tentunya dengan menghadirkan Altrnatif lain sehingga petani tidak bergantung pada pupuk subsidi semata" tegasnya

Sementara koordinator ketua I FP2BT Aidil Adha berharap agar pihak terkait khususnya Distan dan Bupati Bantaeng serius dalam menangani kelangkaan pupuk bersubsidi dan relokasi ke II (dua) pupuk bersubsidi dinas pertanian Kabupaten Bantaeng pada 29 Mei 2020 patut dipertanyakan.



Seharus kelangkaan pupuk tidak terjadi karna sebenarnya pemakaian petani saat ini sudah banyak yang lewat, bahakan sudah ada yang mau panen khususnya jagung,

walaupun masih ada beberapa wilayah di beberapa kecamatan khususnya daerah persawahan dan hortikultura yang membutuhkan namun jumlah tidak terlalu banyak.

"Dan ini yang sangat disayangkan dimana janji Bupati Bantaeng dalam hal ketersedian benih, pupuk dan Asuransi pertanian adalah poin penting dalam program pembagunan yang tertuang dalam visi-misi beliau"tegasnya

"Saya bukan petani tapi makanan diatas meja ini adalah hasil dari petani jadi patutlah kita hargai petani dan memperjuangkan hak petani kita"tegas Aidil sembari menunjuk hidangan diatas meja.

Sotak seluruh Anggota FP2MB menyatakan sikap untuk melakukan Aksi ujuk rasa, menyapaikan aspirasi petani yang rencana akan digelar selasa,(12/7/20), di DPRD dan Kantor Bupati Bantaeng.

untuk mendesak pihak terkait untuk mengabil langkah kongkrit dalam menjamin ketersedian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bantaeng yang terkenal dengan bebagai komoditas pertanianya.(*) Abm