Rekomendasi Bela Purwakarta Untuk Gempa Cianjur dan Bencana Nasional -->

Iklan Semua Halaman

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia Jika ada yang mendapat intimidasi atau tindakan tidak menyenangkan lainnya dari anggota GNI, silahkan lapor ke center 0823-7323-2423, untuk pengiriman berita kegiatan kampus, sekolah , sosial kemasyarakatan, lainnya silahkan di nomor center kami

Rekomendasi Bela Purwakarta Untuk Gempa Cianjur dan Bencana Nasional

12/19/2022

 


Globalnewsindonesia.com,- Purwakarta - Penggalangan Dana yang dilakukan Bela Purwakarta hampir seratus komunitas dan berbagai organisasi yang ada di Kabupaten Purwakarta, dan terkordinasi juga berkolaborasi dalam sebuah wadah silaturahmi bernama BELA PURWAKARTA, dan hal ini melewati satu pekan menggalang dana baik di jalanan dan di sejumlah tempat. 


Domana Giat galang dana ini dalam rangka membantu korban terdampak gempa bumi di Cianjur beberapa waktu lalu.


Koordinator BELA PURWAKARTA , Aa Komara menuturkan,"Alhamdulillah atas jiwa solidaritas sosial masyarakat Purwakarta yang begitu tinggi, terkumpul Donasi sekitar 62 juta rupiah plus jika diakumulasikan dengan bantuan berupa barang berkisar senilai Rp. 67 juta rupiah.




Pengiriman Bantuan Logistik ke Cianjur dilakukan secara bertahap, ada yang di distribusikan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah/ BPBD Kabupaten Purwakarta, ada yang dititip melalui tim komunitas relawan yang tergabung di Bela Purwakarta yang memiliki jadwal penyaluran bantuan ke Cianjur.


Secara masif, penyaluran bantuan oleh BELA PURWAKARTA dilaksanakan pada Kamis, 1 Desember 2022 lalu, sekitar pukul 08.00 WIB, bertitik tolak di halaman parkir Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta dan dilepas langsung oleh Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika.


Penyaluran ini dikawal langsung oleh BPBD Purwakarta, untuk itu kami sampaikan terima kasih kepada Kepala BPBD Kab. Purwakarta, Kang Juddy Herdiana yang selama ini selalu memberi petunjuk dan informasi update terkait situasi Cianjur, juga untuk Kang Nata Wijaya beserta Tim BPBD lainnya yang memandu kami ke titik lokasi pengungsian warga. 


dan hal yang paling substantif yang juga mendapat apresiasi oleh Bupati Purwakarta pada saat pelepasan, yaitu kami membawa serta komunitas Trail yang berasal dari Purwakarta Tracker yang berperan menyalurkan bantuan Bela Purwakarta setibanya di Cianjur,  langsung didistribusikan oleh komunitas trail ini ke pelosok pelosok camp pengungsi yang belum tersentuh bantuan karena keberadaan para pengungsi selama ini berada di medan yang sulit dijangkau. 



Hal ini lah yang selama ini menjadi aspirasi yang "kencang" pada pemberitaan pemberitaan terkait distribusi  bantuan untuk Cianjur baik di medsos / grup W.A dan menjadi kekhawatiran rekan rekan komunitas maupun pihak donatur yang menginginkan bantuannya bisa menjangkau ke pelosok pelosok di mana terdapat camp pengungsi yang belum terbantu.


Untuk itu kami menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada jajaran komunitas Purwakarta Tracker :  Kang Sahrudin, Kang Nandang Supriadi, Kang Iwan Setiawan/ Qiwonk beserta Tim Purwakarta Tracker lainnya yang telah kami sematkan sebuah titel bagi komunitas trail yang berkolaborasi dalam wadah Bela Purwakarta ini sebagai "Pahlawan Distribusi". 


Dalam Penyaluran Bantuan bertitel *Ekspedisi Kemanusiaan Purwakarta untuk Cianjur, Kamis 1 Desember 2022 tersebut, rombongan Bela Purwakarta singgah di dua Kecamatan, yaitu di kantor desa Citeko Kecamatan Plered dan di kantor Kecamatan Maniis.


"Sebelum memasuki Kota Cianjur, Kami singgah di Kantor Desa Citeko, Plered untuk menyalurkan *Uang Kedukaan* senilai Rp. 2.000.000,- kepada Ibu dari Almarhum Zulfikar ( 13 tahun ) warga Kampung Cibinong Desa Citeko  Kecamatan Plered yang meninggal saat Gempa terbesar terjadi di Cianjur.


Almarhum terkonfirmasi sedang menimba ilmu di sebuah pesantren bernama Ponpes Aljawahir Hidayah yang terletak di Kp. Ciherang Rawa Jaya Desa Ciputri Kecamatan Pacet Kab. Cianjur. 


Almarhum sebelum meninggal sempat menyelamatkan nyawa rekan santri lainnya yang terkubur reruntuhan. Namun akhirnya Almarhum Zulfikar pun tertimpa reruntuhan lainnya dan harus kehilangan nyawanya. 


Aksi Heroisme Zulfikar ini bagi kami adalah sebuah Dedikasi terhadap Kemanusiaan yang patut dikenang sepanjang masa.


Informasi terkait nasib Zulfikar ini kami dapat melalui W.A grup Bela Purwakarta dari laporan Komunitas dan Organisasi  yang berada di wilayah Plered. Serah Terima Bantuan dilaksanakan di Kantor Desa Citeko dihadiri oleh Aparat Desa setempat.


Selanjutnya kami singgah di kantor kecamatan Maniis untuk menyalurkan bantuan 42 Paket Sembako kepada 42 KK Warga Cianjur ( keseluruhannya berjumlah 155 jiwa ) yang mengungsi di beberapa desa di Kecamatan Maniis. 


Informasi ini diperoleh dari BPBD Kab. Purwakarta, kemudian kami konfirmasikan kepada Camat Maniis dan Kapolsek Maniis. Berdasarkan data  tersebut, kami alokasikan sejumlah bantuan untuk meringankan beban warga Maniis yang menampung warga dari kota tetangga ini.


Rute selanjutnya yaitu ke tujuan utama yaitu Kota Cianjur, di sini kami mendistribusikan bantuan di 4 titik ( 4 Kampung ) di wilayah kecamatan Cugenang, yang merupakan lokasi terdampak gempa dengan tingkat kerusakan terparah, dan 1 titik lagi yaitu di kampung Sarongge Desa Ciputri Kecamatan Pacet bagian utara Cianjur.


Jadwal penyaluran bantuan logistik selanjutnya pada Sabtu, 10 Desember 2022, keberangkatan kami bersama Tim Relawan Distribusi dari Komunitas White Car dilepas oleh Ketua MUI Kab. Purwakarta, Kyai H. Jhon Dien.


Pada penyaluran ini, atas referensi dari Purwakarta Tracker kami berkolaborasi dengan Posko Gabungan Komunitas Trail se Jawa Barat yang terletak di desa Cijedil, Kecamatan Cugenang - Cianjur. 


Di Posko ini kami mendrop sejumlah bantuan logistik untuk disalurkan oleh komunitas trail tersebut ke pelosok pelosok lokasi pengungsian warga lainnya yang belum / minim supply bantuan. Kembali kami sampaikan terima kasih kepada para tracker di komunitas trail se jabar ini.


Selama kami melaksanakan rangkaian kunjungan dan distribusi kepada warga terdampak gempa, terinventarisir beberapa problem di antaranya dialami oleh para pelajar yang tidak bisa mengikuti giat pendidikan karena sekolah nya rusak akibat gempa, pada akhirnya harus belajar dengan metoda daring. 


Namun karena perbekalan dari pihak orang tua yang semakin menipis akibat efek gempa, kebutuhan untuk membeli kuota untuk kepentingan pendidikan sang anak tidak terpenuhi.


Untuk itu *Rekomendasi Pertama* dari Bela Purwakarta adalah :


*Perlunya varian Donasi berupa biaya kuota bagi pelajar terdampak gempa.* Pada penyaluran Bantuan  Bela Purwakarta untuk Cianjur pada Jum'at, 16 Desember 2022, dengan bantuan Tim Distribusi dari Pemuda Pancasila Kab. Purwakarta dan panduan dari Tim BPBD Kab. Purwakarta, bertempat di desa Mangun Kerta dan desa Gasol Kecamatan Cugenang,  Kami mulai mendonasikan bantuan Uang Tunai untuk kebutuhan kuota bagi pelajar yang belajar daring dikarenakan sekolahnya rusak terdampak gempa.


Sekaligus menyalurkan bantuan Uang Tunai untuk kebutuhan warga, karena saat ini aktivitas perekonomian sudah mulai berangsur berjalan. Warga terdampak gempa sudah ada yang kembali membuka usahanya, seperti warung, rumah makan, dan usaha kerakyatan lainnya.


Diharapkan dengan bantuan uang tunai ini, perputaran perekonomian warga bisa kembali pulih.


Dan rekomendasi Ke 2 , Bangun sinergitas dengan para pemilik Jasa Akomodasi  karena melihat kondisi di camp pengungsian warga, faktor kesehatan menjadi sesuatu yang rawan, potensi warga pengungsi untuk terjangkit penyakit kulit ( gatal gatal dan lainnya ) relatif sering terjadi. Hal ini disebakan fasilitas MCK yang tentu sangat di bawah standar, dengan jumlah yang terbatas / tidak seimbang dengan populasi pengungsi. Selain itu fasilitas Air Bersih juga relatif terbatas. 


Kami berpandangan dalam Penanganan Bencana di Masa Depan ( semoga bangsa ini tidak lagi dihampiri bencana dalam bentuk apa pun ) seyogyanya ada langkah langkah *out of the box* , terutama dalam perspektif *Memanusiakan Manusia*.  


Saudara saudara kita yang terdampak gempa tentunya sudah sangat menderita, potret kesengsaraan itu masih berlanjut ketika mereka harus tinggal di tenda tenda yang rawan dengan cuaca ekstrim, serta melewati hari demi hari dalam situasi psikologis yang tak menentu, karena mereka masih berada di lingkungan terjadinya gempa. 


Gempa skala kecil masih sering terjadi, warga di sana hidupnya diliputi kecemasan. Ditambah lagi keberadaan warga yang berada di pelosok atau di lokasi yang sulit dijangkau.


Tak jarang, para relawan yang hendak mengantar bantuan ke lokasi terisolir tersebut menemui kendala di lapangan karena medan yang sulit. 


Beberapa waktu lalu tim distribusi bantuan ada yang terperosok, motor dan pengemudinya terjatuh ketika melewati sebuah jembatan minimalis menuju lokasi pengungsi yang terisolir. 


Melihat fenomena ini, kami  beranggapan para korban yang sudah menderita akibat bencana alam yang melanda, berpotensi bertambah kesengsaraannya, karena harus hidup berhari hari di camp pengungsi yang dari segi fasilitas baik MCK dan kenyamanan tentu jauh dari kelayakan, kesehatan mereka terancam. Yang paling kasihan adalah anak anak dari para pengungsi.


Potret penderitaan ini masih berlanjut, ketika para relawan penyalur bantuan , terutama yang ke pelosok pelosok berpotensi mengalami kecelakaan karena akses jalan yang rawan


Artinya dari suatu peristiwa bencana yang sudah jelas jelas memakan korban jiwa dan penderitaan lainnya malah berpotensi menambah daftar korban baru lainnya, yaitu terancamnya keselamatan para relawan yang bertaruh nyawa ketika melaksanakan misi kemanusiaan. 


Pada akhirnya seperti melahirkan "Bencana yang tak berkesudahan" . 


Untuk itu kami merekomendasikan agar pola penanganan kebencanaan di masa depan,  tidak hanya untuk yang di Cianjur tapi juga untuk kepentingan penanganan kebencanaan skala nasional, diharapkan ada upaya upaya ekstra / terobosan dalam proses evakuasi warga terdampak bencana salah satunya dengan berkolaborasi dengan kelompok warga negara yang memiliki infrastruktur akomodasi, misal dalam hal ini dengan asosiasi PHRI, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia.


Negara dengan kewibawaan yang dimilikinya, kiranya bisa merangkul kalangan para pemilik jaringan Hotel ini, anggap lah ini dedikasi ekstra dari para pemilik hotel ini sebagai bagian dari CSR ( Corporate Social Responsibility ) dan semangat Nasionalisme mereka.


Kami yakin apabila digerakan dengan pendekatan yang komprehensif, para pemilik hotel ini mampu berperan sebagai PAHLAWAN AKOMODASI bagi anak anak bangsa terdampak bencana alam.


Konsep penampungan warga terdampak bencana dengan fasilitas camp pengungsi berupa tenda tenda sangat relevan BILA keadaan infrastruktur jasa akomodasi di negeri ini betul betul sudah lumpuh, tak ada sarana fasilitas hunian terstandar satu pun yang bisa menampung pengungsi. 


Tapi faktualnya di negeri ini masih memiliki banyak fasilitas hotel / infrastruktur Akomodasi di lokasi lokasi yang *Aman dari bencana.*


Berdasar data dari BPS ( Badan Pusat Statistik )  pada tahun 2021 terdapat sebanyak kurang lebih *27.600* penyedia jasa akomodasi di Indonesia , yang terdiri dari Hotel dan Jasa Penginapan model lainnya.


Sementara BPS mencatat ada sekitar *3.088* Jasa Akomodasi di Jawa Barat


Artinya dengan keberadaan sejumlah hotel/ jasa Akomodasi di Indonesia terutama di jawa barat, warga cianjur terdampak gempa sambil menunggu proses recovery dan pembangunan kembali huniannya serta memastikan kondisi alam sudah aman, untuk sementara waktu mereka bisa ditampung di hotel hotel yang tersebar di wilayah Cianjur yang aman dari potensi gempa atau bencana alam lainnya.


Jika Hotel di wilayah Cianjur tidak cukup untuk menampung, maka di sebar di kota kota terdekat dengan Cianjur atau se wilayah Jawa Barat. 


Jika masih belum cukup juga disebar di hotel hotel yang dekat dengan Provinsi Jawa Barat atau se Wilayah Nusantara. 


Yang akan menjadi kekhawatiran dari para pengungsi adalah keamanan Harta Benda nya, untuk itu Negara perlu membuat lokasi penampungan harta benda para pengungsi ini di lokasi yang aman disertai inventarisasi yang tersistem dengan baik, hingga warga yang dievakuasi di hotel hotel bisa memantau keberadaan harta benda mereka melalui aplikasi yang bisa diakses oleh perangkat gadget atau fasilitas lainnya yang terkoneksi dengan internet atau secara berkala / bergiliran dengan fasilitas transportasi yang disediakan BNPB / BPBD, warga pengungsi bisa mengontrol ke *lokasi khusus penampungan harta benda pengungsi* yang dikelola oleh negara tersebut.


Sementara untuk keperluan konsumsi atau kebutuhan hidup para pengungsi di Hotel, bantuan dapat bersumber dari masyarakat yang selama ini mengirimkan donasi secara bergelombang.


Jika sebelumnya masyarakat mengirimkan donasi ke camp-camp pengungsi yang berada di wilayah titik bencana, yang notabene beresiko juga bagi para donatur / distributor bantuan manakala pada saat mengirim bantuan kembali terjadi bencana gempa yang tidak bisa diduga waktunya.


Situasi seperti demikian membuka potensi bertambahnya daftar korban dan daftar kesengsaraan yang seolah tiada ujungnya. 


Di masa depan, masyarakat mendistribusikan bantuan bagi warga pengungsi yang ditampung di hotel hotel yang telah dipastikan berada di zona yang steril dari potensi bencana.


Bantuan logistik dari masyarakat tetap dibutuhkan untuk mengurangi beban pihak hotel yang sudah membantu menggratiskan sebagian kamarnya untuk menampung warga pengungsi. 


Komposisinya kira kira jika satu hotel memiliki 100 kamar , 5 hingga 10 kamar dialokasikan untuk warga pengungsi. 


Opsi penanganan dengan melibatkan jaringan pemilik Hotel ini mungkin terkesan rumit. Namun selama masih logis dan prospektif untuk direalisasikan sebagai ikhtiar mencari solusi terbaik dalam rangka ," memuliakan para pengungsi* kiranya perlu dicoba, karena potensi nya ada, yaitu negeri ini masih memiliki jaringan akomodasi yang cukup. Tinggal adanya WILL dari Negara untuk berkomunikasi dengan para pemilik hotel.


Tentunya dalam situasi sekarang ini yang penting dihidupkan kembali adalah Semangat Gotong Royong di antara Anak Bangsa. 


Bangsa ini dianugerahi populasi penduduk yang besar, dengan kekuataan kebersamaan atau *The Power of Berjamaah*, sesuatu yang berat akan menjadi ringan, persis salah satu pepatah yang akrab dalam kultur kita "Berat sama dipikul, Ringan sama dijinjing".


Jika Rakyat di level paling bawah saja mampu saling berkolaborasi dalam menggalang dana rupiah per rupiah di jalananan atau saling berdonasi dalam bentuk barang untuk disalurkan ke korban gempa di Cianjur, tentunya para pihak yang memiliki otoritas  dan kalangan *the haves* di negeri ini lebih mampu berbuat banyak dengan beragam terobosan solusi yang lebih mengedapankan semangat *memanusiakan manusia*


Selanjutnya Rekomendasi dari Kami ini hanyalah sebuah masukan / buah pikiran saja berdasarkan fenomena di lapangan, tidak wajib dilaksanakan tapi untuk dipertimbangkan.


San kami, sebagai masyarakat berterimakasih dengan segala dedikasi dari semua pihak otoritas stakeholder kebencanaan yang telah berupaya maksimal.


Dari setiap peristiwa yang dilalui ini diharapkan semakin mempertangguh bangsa ini dengan disertai ikhtiar ikhtiar mencari formulasi yang terbaik demi melindungi Jiwa Raga anak bangsa ketika bencana melanda.


Harapannya semoga masyarakat Indonesia semakin tanggap bencana dan ada upaya upaya preventif di masa depan dengan bekal edukasi tentang kebencanaan yang memadai.


Selain membantu Cianjur, yang merupakan kota tetangga, di internal kota Purwakarta, kami pun menyalurkan bantuan uang tunai kepada keluarga korban meninggal atas nama Fahri Ibrahim ( 8 tahun ) yang terdampak bencana alam longsor di Desa Cisalada Kecamatan Jatiluhur.  


Pada Senin, 19 Desember 2022, Tim Bela Purwakarta kembali menyalurkan bantuan kepada Ibu Euis Wartini salah satu keluarga yang rumah nya roboh terdampak getaran Gempa Sukabumi yang saat peristiwa terjadi cukup terasa di wilayah Purwakarta. 


Lokasi TKP beralamat di Kampung Sukamaju Kelurahan Ciseureuh Kecamatan Purwakarta. Saat ini korban beserta putranya ditampung oleh tetangganya. Kami, Bela Purwakarta telah berkordinasi dengan Lurah dan Camat setempat, agar korban disegerakan mendapat relokasi hunian yang kondusif. 


Kami sampaikan untuk kesekian kali nya rasa terima kasih dan penghormatan kepada seluruh komunitas, organisasi, maupun perorangan yang telah berkolaborasi menggalang dana serta kepada seluruh dermawan yang telah menyisihkan rezeki nya untuk saudara sebangsa setanah air kita di Cianjur.


Serta tentunya respek yang terdalam teruntuk rekan rekan Media Partner Bela Purwakarta yang selama ini senantiasa sinergis memberitakan program program Bela Purwakarta.


Pungkas Akom, panggilan akrab Aa Komara didampingi Ali Novel Magad, Koordinator Penggalangan Dana PURWAKARTA UNTUK CIANJUR. (BP/ Mjn)