Peringatan Sumpah Pemuda moment Presiden, Gubernur, Bupati / Walikota, Periksa & Laporkan Keadaan PEMUDA -->

Iklan Semua Halaman

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia Jika ada yang mendapat intimidasi atau tindakan tidak menyenangkan lainnya dari anggota GNI, silahkan lapor ke center 0823-7323-2423, untuk pengiriman berita kegiatan kampus, sekolah , sosial kemasyarakatan, lainnya silahkan di nomor center kami

Peringatan Sumpah Pemuda moment Presiden, Gubernur, Bupati / Walikota, Periksa & Laporkan Keadaan PEMUDA

10/28/2022

 


Globalnewsindonesis.com,- Opini Purwakarta -  Bahwasannya di tanggal 28 Oktober itu merupakan hari penuh arti bagi Pemuda Indonesia. Apakah Peringatan Rutin Tahunan ini sudah betul betul bermakna dalam implementasi nya.


Aktivis Jawa Barat dan Inisiator Paguyuban Alumni Universitas Padjadjaran ( UNPAD ), Aa Komara,  mengemukakan opini nya.


" sepatutnya pada setiap Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi moment bagi Seluruh Pemimpin Negeri, mulai dari Presiden, Gubernur, Walikota / Bupati, hingga perangkat pemerintahan di bawah nya, untuk memeriksa kemudian merilis kepada publik Data Pemuda Indonesia yang telah terberdayakan baik secara Akademis, Prestasi maupun Kesejahteraan nya.


Agar setiap tahun itu ada data akurat mengenai perkembangan keadaan Generasi Muda Indonesia secara holistik, misal, berapa jumlah pemuda yang terserap lapangan kerja dan berapa yang belum, berapa yang telah mendapat pelatihan keterampilan / edukasi Life Skills atau yang sudah terdidik di jalur akademis formal.


Rilis atau Progress Report tersebut Dilengkapi dengan Data mengenai segala upaya Trouble Shooting yang telah dilakukan terkait permasalahan pemuda serta program antisipasi ( penyaluran bakat dan potensi ) agar Pemuda Indonesia tidak terjerumus pada Narkoba, Kriminalitas, serta aktivitas negatif lainnya.


Dengan demikian diharapkan, Pasca Peringatan Hari Sumpah Pemuda atau setiap melewati tanggal 28 Oktober, Problem Kepemudaan ini terus berkurang di setiap saat nya dan di setiap tahunnya. 


Kita seringkali terjebak hal hal seremonial ( Hari Peringatan Nasional ) namun setelah itu tidak ada perubahan yang signifikan.


Jangan sampai bangsa ini menyandang julukan 

"REPUBLIK PENCINTA DRAMA PERINGATAN HARI HARI NASIONAL" artinya hanya Peduli kepada Pemuda pada saat tanggal 28 Oktober saja. " pungkas Kang Akom, sapaan akrab Aa Komara. 

(Mjn)