Disinyalir Formulir C1 Hasil Pungutan Suara Lebih Mahal Dari Harga Beras. Kok bisa.!? -->

Iklan Semua Halaman

 


Jika ada yang mendapat intimidasi atau tindakan tidak menyenangkan lainnya dari anggota GNI, silahkan lapor ke redaksigni@gmail.com, untuk pengiriman berita kegiatan kampus, sekolah , sosial kemasyarakatan, lainnya silahkan di nomor center kami

 




Disinyalir Formulir C1 Hasil Pungutan Suara Lebih Mahal Dari Harga Beras. Kok bisa.!?

2/20/2024


Globalnewsindonesia.com,- Purwakarta - Setelah usai pemilihan di setiap TPS sesudah penghitungan suara di per  Kecamatan Kabupaten purwakarta formulir C1 jadi buruan para tim caleg jagoannya di partai masing masing,  karena ingin segera tahu hasil yang diperoleh dari penghitungan suara yang saat ini banyak berita semerawut dengan jumlah suara berbeda


Hal ini justru menjadi acuan adanya dugaan Bisnis jual beli' formulir C1 hasil pemungutan suara dengan nilai yang berpariasi,  penyalahgunaan perbuatan ini


Konon kabarnya melibatkan oknum penyelenggara Pemilu 2024, KPPS, PPK Panwascam, hingga Bawaslu dan yang seharusnya mereka benteng menjaga kerahasiahan data sebelum proses pleno di Kecamatan usai dilakukan. penyesuaian.


Informasi diperoleh, disinyalir hasil penghitungan suara di Kecamatan purwakarta yang  beredar dan  diperjualbelikan. Formulir C1 tersebut berisikan data hasil penghitungan suara dari masing-masing caleg partai politik.


"Sebelum dilepas kepada pihak yang membutuhkan motifnya formulir C1 lebih dulu difoto copy. Dan dengan cara  menyerahkan secara manual juga menyerahkan Flashdisk, Nah, hal tersebut dijual dengan harga yang berpariasi,"kata warga yang minta namanya dirahasiakan, Minggu (18 /2/24).


Adapun patokan harga untuk mendapatkan data tersebut, jika berasal dari oknum penyelenggara pemilu 2024 ini tergantung kesepakatan," ungkap sumber.


Dilain hal menurut Budi Hidayat sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Informasi lewat whatsapnya, hal ini perlu ditelusuri dulu kalau memang ada penyelenggara pemilu yang sudah lakukan pelanggaran tersebut atas dugaan adanya bisnis jual beli form C1, dan untuk penanganan  selanjutnya akan kita cari informasi kejelasannya, " tegasnya. (Mjn)