Muhammad Farlly: Salah Satu Petarung Desain Grafis dari Tanah Sunda -->

Iklan Semua Halaman

 


Jika ada yang mendapat intimidasi atau tindakan tidak menyenangkan lainnya dari anggota GNI, silahkan lapor ke redaksigni@gmail.com, untuk pengiriman berita kegiatan kampus, sekolah , sosial kemasyarakatan, lainnya silahkan di nomor center kami

 




Muhammad Farlly: Salah Satu Petarung Desain Grafis dari Tanah Sunda

8/27/2023


Sekretaris Umum Lembaga Kebudayaan Betawi, Imron Hasbullah bersama Muhammad Farlly


Globalnewsindonesia.com,- Jakarta - Sebuah event lomba dalam menentukan Ikon Resmi Jakarta digelar oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Krearif DKI Jakarta di area Monumen Nasional.


Kali ini merupakan pengumuman pemenang dari 5 Finalis lomba setelah melalui seleksi sekitar 350 peserta se Indonesia.


5 Finalis tersebut berasal dua orang dari DKI Jakarta, 1 orang dari Kota Tegal, Jawa Tengah, 1 orang dari Kota Malang, Jawa Timur dan terakhir 1 orang dari Kota Purwakarta, Jawa Barat.


Karakter NALA karya Muhammad Farlly dari Purwakarta yang spesifik merepresentasikan Ondel Ondel, Ikon legendaris Kota Jakarta memukau pengunjung Monas yang notabene mayoritas berasal dari luar kota, termasuk menyita perhatian beberapa turis asing. Mereka kerap kali ber-swa foto dengan karakter Nala yang terpampang di lokasi.


Meski demikian, lomba ini dimenangkan oleh Salsabila Aulia Rahma, dari Kota Malang.


Panitia hanya memilih satu juara utama, 4 Finalis lainnya ditetapkan sebagai Juara Harapan dengan reward yang seragam.


Karya Muhammad Farlly  diapresiasi oleh Imron Hasbullah, Sekretaris Umum Lembaga Kebudayaan Betawi yang turut hadir.


Sementara Koordinator Bela Purwakarta, Aa Komara Cakradiparta yang turut hadir ketika dikonfirmasi menuturkan, " Perjuangan Muhammad Farlly sudah sangat luar biasa bisa menembus 5 Besar dari 350 peserta dari berbagai kota se Nusantara, Kami tetap berbangga kepada siapa pun talent Purwakarta baik itu di dunia atlit, desain grafis, dan sebagainya, karena yang penting adalah tumbuhnya mental berani berkompetisi dan yang paling mahal adalah prosesnya.


Tentunya sampai pada titik final adalah tidak mudah, membutuhkan segenap kekuatan rasa, pikiran dan stamina hingga bisa menghasilkan karya yang spektakuler dan kompetitif.


Terbukti meski tidak juara, selepas pengumuman beberapa instansi yang hadir sebagai undangan menawari Muhammad Farlly untuk kerjasama desain produk, ini lah yang signifikan dan melegakan Kami sebagai delegasi dari Purwakarta karena yang paling penting adalah progress selanjutnya bagi karir Muhammad Farlly di dunia industri ekonomi kreatif ".


Karya Muhammad Farlly cukup dikenal di Kabupaten Purwakarta, sejumlah logo instansi di Kabupaten Purwakarta tercipta dari kehandalan kreasinya, karya terakhirnya adalah logo Napak Tilas Hari Jadi Purwakarta tahun 2023.


Sementara untuk level nasional, pada event lomba Gerakan Nasional Cinta Sejarah yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tahun 2016, ia berhasil menyandang juara ke 3 serta pada lomba Foster Telkom Indonesia, Muhammad Farlly berhasil memenangkan kejuaraan tersebut sebagai Juara ke 1. (Mjn)