Balita Penderita Hidrosefalus Warga Kp. Margasaluyu Desa Cisarua, Butuh Perhatian Khusus Pemkab Purwakarta -->

Iklan Semua Halaman

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia Jika ada yang mendapat intimidasi atau tindakan tidak menyenangkan lainnya dari anggota GNI, silahkan lapor ke center 0823-7323-2423, untuk pengiriman berita kegiatan kampus, sekolah , sosial kemasyarakatan, lainnya silahkan di nomor center kami

Balita Penderita Hidrosefalus Warga Kp. Margasaluyu Desa Cisarua, Butuh Perhatian Khusus Pemkab Purwakarta

1/25/2023


Globalnewsindonesia.com,- Purwakarta - Ketua DPC Repdem Kabupaten Purwakarta, Asep Yadi Rudiana S.H (Asep Bentar) mendatangi Rumah kediaman keluarga NR Warga Kp.Margasaluyu Desa Cisarua Kecamatan Tegalwaru, Rasa prihatin melihat keadaannya dan berharap adanya perhatian baik dari pemerintahan desa maupun pemerintah daerah. Pasalnya keluarganya saat ini merasa kesulitan buat biaya perawatan anak balitanya yang menderita penyakit Hidrosefalus, dimana sangat membutuhkan diagnosis medis.


Dari keterangan orang tuanya berinisial (NR) sakit yang diderita anaknya (WL) sudah berjalan dua tahun ini, dan berusaha untuk kesembuhan anaknya dengan biaya yang begitu besar sampai menggadaikan surat tanah miliknya juga pinjem kesaudaranya, karena harus rutin berobat  seminggu sekali bahkan satu bulan enam kali dan saat ini karena minimnya biaya mereka bolak balik naik keteta api ke RS Hasan Sadikin Bandung," jelasnya.


Mirisnya, pengalaman orang tuanya (WL) ketika bawa anaknya ke rumah sakit pernah ditolak oleh pihak rumah sakit karena BPJS yang dia punya adalah BPJS mandiri juga punya Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan mereka sudah pernah minta tolong ke pegawai desa bagaimana cara bikin BPJS Pemerintah, jawabannya lagi diproses, tetapi pas anaknya kejang kejang dan dibawa ke RS, mu dirawat harus bayar dulu tunggakannya sampai harus nyari dulu dimalam hari buat bayar tunggakan BPJS. 


Harapanya jelas Asep Bentar, bahwa NR berharap agar desa maupun pemerintah daerah dapat membantu kesulitan keluarganya dan bisa memperhatikan keadaan keluarga tersebut,  karena selana ini mereka berjuang berusaha semampunya, yang jelas untuk ke rumah sakit pakai ambulance desa juga tetap harus bayar Rp. 200.000,- sedangkan keadaan mereka sudah tidak mampu, makanya pakai kereta api. Semoga Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika bisa berupaya dan perhatian terhadap warga masyarakatnya,  (Mjn)