Orang Tua Murid Mengaku Terbantu Program Seragam Sekolah Gratis Pemkab Bantaeng -->

Iklan Semua Halaman

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia Jika ada yang mendapat intimidasi atau tindakan tidak menyenangkan lainnya dari anggota GNI, silahkan lapor ke center 0823-7323-2423, untuk pengiriman berita kegiatan kampus, sekolah , sosial kemasyarakatan, lainnya silahkan di nomor center kami

Orang Tua Murid Mengaku Terbantu Program Seragam Sekolah Gratis Pemkab Bantaeng

KIM(Kelompok Informasi Masyarakat)
8/29/2022


GlobalNewsindonesia.com-BANTAENG -- Orang tua murid di SD Inpres Teladan Merpati mengaku sangat terbantu dengan program seragam gratis pemerintah Kabupaten Bantaeng. Program seragam gratis ini tidak hanya sekadar meringankan beban orang tua, tetapi juga membuat anak-anak semangat ke sekolah. 


"Bukan hanya orang tuanya yang terbantu, anak-anak juga semakin semangat sekolah karena mendapat baju baru setiap awal tahun ajaran," jelas Ernawati salah seorang orang tua murid SD Inpres Teladan Merpati. 


Ernawati mengungkapkan hal ini di sela-sela penyerahan seragam gratis di SD Inpres Teladan Merpati, Sabtu, 27 Agustus 2022. Dia mewakili sejumlah orang tua siswa yang hadir dalam kegiatan itu. 


Ernawati mengaku, banyak anak-anak usia sekolah di lingkungannya yang bersemangat melanjutkan sekolah mereka. Tidak ada lagi alasan putus sekolah karena tidak memiliki seragam sekolah. 


Dalam kesempatan itu, Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin menyerahkan secara simbolis bantuan seragam sekolah untuk murid-murid di sekolah itu. Dia berpesan kepada setiap guru yang mengajar untuk senantiasa mengembangkan karakter anak didiknya. 


Dia menambahkan, sejauh ini kolaborasi pendidik dan parenting di sekolah ini sudah cukup baik. Oleh karena itu, dia berharap, pendidikan karakter terus bisa dijaga di sekolah ini. 


"Parenting ini kan muaranya adalah pendidikan karakter," jelas dia. 


Dia juga berharap, guru harus memberikan pendekatan spesifik terhadap masing-masing anak. Sehingga, guru bisa membaca potensi murid dan mengembangkannya. 


"Tidak ada lagi pendekatan yang sifatnya general. Guru harus memahami potensi anak didiknya. Jangan paksakan keterampilan lain yang dia tidak minati. Pengenalan sudah cukup, tetapi jangan dipaksakan," jelas dia.(*)