Ketua Tim PPK, Sri Dewi Yanti, Hadiri Pembukaan Pembekalan TPK dan Launching DASHAT -->

Iklan Semua Halaman

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia Jika ada yang mendapat intimitasi atau tindakan tidak menyenangkan lainnya dari anggota GNI, silahkan lapor ke center 0823-7323-2423, untuk pengiriman berita kegiatan kampus, sekolah , sosial kemasyarakatan, lainnya silahkan di nomor center kami

Ketua Tim PPK, Sri Dewi Yanti, Hadiri Pembukaan Pembekalan TPK dan Launching DASHAT

KIM(Kelompok Informasi Masyarakat) Kayu Loe
7/25/2022


GlobalNewsindonesia.com-BANTAENG - Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam melayani permasalahan gizi masyarakat Kab. Bantaeng, telah dilaksanakan Pembukaan Pembekalan Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kabupaten Bantaeng.


Kegiatan ini dirangkaikan dengan Launching “DASHAT” pada kegiatan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di Kampung KB dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting. Kegiatan ini dilangsungkan di Gedung Balai Kartini Kab. Bantaeng, Senin (25/7).


Keberadaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) merupakan aktor penting untuk menyelesaikan masalah stunting di Indonesia, khususnya di Kab. Bantaeng. 


Ada 152 TPK di Bantaeng yang terdiri dari 152 Bidan, 152 Kader PKK dan 152 kader KB dengan total 456 orang. Dengan adanya TPK yang langsung turun di lapangan dan mengetahui masalah yang ada di lingkup terkecil yaitu keluarga yang ada di Desa/Kelurahan, bukan hal yang mustahil target 14 persen bisa dicapai pada tahun 2024.


Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng, H. Ilham Azikin yang pada kesempatan itu diwakili oleh Sekretaris Daerah Bantaeng, Abdul Wahab, menyampaikan harapan bahwa kita perkuat komitmen untuk bersama-sama mengentaskan dan memerangi stunting. 


_“Melalui momentum ini, mari tumbuhkan semangat bersama dalam meningkatkan pemahaman tentang pelaksanaan pendampingan keluarga dan melayani keluarga beresiko stunting di Kab. Bantaeng”, ujarnya.


Sementara itu, Ketua TP-PKK Kab. Bantaeng, Hj. Sri Dewi Yanti mengapresiasi terbentuknya program Dapur Sehat Atasi Stunting yang disingkat dengan DASHAT, yang mana diinisiasi oleh BKKBN, 


sebagai upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga beresiko stunting melalui pemanfaatan sumberdaya lokal dan yang dilaksanakan dengan sebuah pendekatan berbasis partisipasi masyarakat terutama di Kampung KB.


_“Saya berharap setiap Desa/Kelurahan dapat membentuk program DASHAT ini dengan memgembangkan sumber daya dan pangan lokal di daerah masing-masing untuk memenuhi gizi balita dan ibu hamil. Optimalkan kegiatan pemberdayaan masyarakat di dalamnya”, tutupnya.


Kegiatan ini tentunya dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan wawasan serta penguatan tugas dan fungsi kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam melaksanakan pendampingan bagi Kepuarga Beresiko Stunting. 


Juga meningkatkan kapasitas dan Pengelola dan Pokja Kampung KB dalam upaya pencegahan stunting melalui Pengelolaan Makanan Sehat dan Bergizi.


Turut hadir pada kesempatan itu Bapak Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN RI yang juga sebagai Pembina Wilayah Sulsel, Prof. Muhammad Rizal Martua Damanik, 


Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel, Hj. Andi Ritamariani, seluruh Camat se-Kabupaten Bantaeng, TP-PKK Kabupaten, Kecamatan dan Desa/Kelurahan, seluruh Penyuluh KB/PLKB dan seluruh Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kabupaten Bantaeng.(*)