Gelar Dara Daeng XXXIII 2022 Diperebutkan 5 Daerah Sulawesi Selatan* -->

Iklan Semua Halaman

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia Jika ada yang mendapat intimitasi atau tindakan tidak menyenangkan lainnya dari anggota GNI, silahkan lapor ke center 0823-7323-2423, untuk pengiriman berita kegiatan kampus, sekolah , sosial kemasyarakatan, lainnya silahkan di nomor center kami

Gelar Dara Daeng XXXIII 2022 Diperebutkan 5 Daerah Sulawesi Selatan*

KIM(Kelompok Informasi Masyarakat) Kayu Loe
7/27/2022


GlobalNewsindoneisa.com- Makassar. Sebanyak 5 daerah di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersaing dalam kompetisi Pemilihan Dara Daeng 2022. Masing-masing Kabupaten Soppeng, Bone, Maros, Bulukumba, dan Kota Makassar.


Ajang bakat itu dipentaskan di Gammara Hotel Makassar, pada Ahad, 24 Juli 2022. Panitia menggelar Malam Grand Final hingga sekira pukul 02:00, Senin dini hari (25/07/22).


Soppeng mengutus 8 orang putera/puteri terbaiknya. Finalis Dara diwakilkan Andi Nuzul Sriany Syafri AM, Handayani, Alfarany Deswita Ivanka, dan Walya Wardani.


Refky Anwar, Faturrahman, Herdiansa, dan Andi Fitra Syawal bersaing di kategori Daeng. Soppeng menempati daerah dengan utusan terbanyak dibanding 4 daerah lainnya.


Posisi kedua finalis terbanyak ditempati Bone sebanyak 7 orang. Andi Nur Vadillaswiana, dan Mauliana Nabila bersaing sebagai Dara.


Sedangkan Finalis Daeng asal Bone, bersaing antara Moch Aqhidayat. Satria Perdana Sakti, Andi Muh Fathi Katsirun, M Rifal Al Khadafi, dan Achmad Agim Sadewa.


Berikutnya utusan Kabupaten Bulukumba yakni Lisma Ekana Putri sebagai Finalis Dara dan M Rari Ikhfatullah sebagai Finalis Daeng. Makassar pun mengutus 2 orang, Keyla Qinayah untuk kategori Dara dan Ahmad Aufaasikki Sulkifli untuk Daeng.


Terakhir Amelia Risqi Malik, Finalis tunggal untuk kategori Dara dari Kabupaten Maros. 19 daerah lainnya tidak berpartisipasi dalam ajang ini.


Bruno S Rantetana sebagai Plh Kepala Bidang Kesenian dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (Disbudpar Sulsel) berharap, kedepan bisa menghadirkan utusan 24 Kabupaten/Kota di Sulsel. Pasalnya, jika SDM (Sumber Daya Manusia) ini ingin diberdayakan menjadi promotor seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif, maka selayaknya mewakili seluruh daerah.


_"Tentu Saya berharap event ini melahirkan lebih banyak duta-duta pariwisata. Jadi mereka bisa menjadi perpanjangan tangan dan lidah bagi promosi pariwisata, baik untuk daerah asalnya masing-masing, lebih-lebih lagi untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Indonesia," kata Bruno kepada Awak Media._


Dia yang juga menjabat Kepala Pengembangan Sumber Daya Pariwisata menekankan pentingnya pelibatan para pemenang maupun seluruh finalis untuk bisa menyumbangkan ide kreatifnya terhadap maju dan berkembangnya sektor pariwisata. Dara Daeng yang kental dengan kearifan lokal, juga diharapkan berkontribusi menjaga, melestarikan, dan meneruskan nilai-nilai budaya ke dalam kehidupan sehari-hari.


_"Jadi bukan hanya ajang lomba saja, tidak berhenti sampai disini. Setelah ini, apa, mau diapakan, seperti apa, kami terbuka untuk membangun sinergitas dan kolaborasi dengan panitia, penyelenggara, mengarahkan anak-anak kita ini, para Dara dan Daeng untuk mendukung kebangkitan kepariwisataan di Sulsel," ujarnya._


Malam itu, Bruno yang akrab disapa BSR mewakili Kepala Disbudpar Sulsel, Muhammad Jufri yang pada kesempatan sama menghadiri acara berbeda. Bruno pun menjadi satu-satunya tamu undangan perwakilan Pemerintah yang hadir, dimandat membuka acara secara resmi hingga menyerahkan hadiah kepada para pemenang.


_"Ini wadah untuk memotivasi kawula pemuda yang memiliki talenta dan juga akan membentuk karakter sebagai pelaku seni. Kegiatan Pemilihan Dara Daeng 2022 merupakan kegiatan yang mencitrakan berbagai potensi daerah melalui putera puteri yang berkarakter positif," kata dia._


Mereka yang berkompetisi memiliki jalan panjang, harapan, dan mimpi besar untuk diraih. Paling tidak, menurutnya, ajang berskala nasional maupun internasional bisa diikuti di masa mendatang.


Ajang seperti ini tentu saja memberi kesempatan bagi finalis untuk digembleng sedemikian rupa. Semisal, public speaking, para mentor memberi pembekalan dan pemahaman bagaimana berbicara di depan umum dengan baik, sopan, santun, berkarakter, serta dapat mempengaruhi orang disekitarnya.


Sehingga, akan lebih menyentuh tujuan pelibatan dan pemberdayaan Dara Daeng di sektor budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Sama halnya saat melaporkan kegiatan Pemilihan Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia Sulsel 2022 di The Liquid Claro Hotel Makassar, kembali mengajak Dara Daeng agar mengenali lebih dalam potensi kepariwisataan Sulsel.


_"Kegiatan ini punya mekanisme untuk memilih representasi perpaduan keindahan, sikap, perilaku, serta kecerdasan intelektual sesuai patron yang digaungkan kontestan. Pertama, beauty, kedua behavior, dan ketiga yaitu smart," tegas BSR._


Usman Abdullah selaku Ketua Panitia Pemilihan Dara Daeng XXXIII 2022 mengungkapkan, pihaknya punya tanggung jawab dan kewajiban melaksanakan ajang ini untuk meningkatkan kebudayaan dan kepariwisataan di Sulsel. Sebelum digawangi Ergas Entertainment, lisensi penyelenggaraan kegiatan dipegang selama 32 tahun oleh Hasanuddin Arts, yang mana diwakilkan Nuryati hadir di malam Grand Final.


_"Alhamdulillah dia (Nuryati dan Almarhum suaminya) memberikan kepercayaan kepada kami untuk meneruskan acara Dara Daeng, dimana selama ini, 32 tahun dipegang oleh Hasanuddin Arts," terang Usman._


Dara Daeng yang diorbitkan kata dia, seyogyanya mampu mempromosikan Sulsel dari berbagai sektor dan potensi yang dimiliki. Adapun jawara Dara Daeng 2022 yakni Amelia Risqi Malik dari Kabupaten Maros dan Satria Perdana Sakti dari Kabupaten Bone. (*)