Petani Gayo Tanam Emas Hijau, Tingkatkan Ekonomi Pasca Pandemi -->

Petani Gayo Tanam Emas Hijau, Tingkatkan Ekonomi Pasca Pandemi

4/16/2022, 4/16/2022

 


Globalnewsindonesia.com,- Bener Meriah (Aceh) - Bertanam EMAS HIJAU (Alpukat Aligator) kini menjadi alternatip bagi masyarakat pertanian di dataran tinggi gayo selain tanaman kopi. Alpukat Varietas baru dari BATLITBU-RI (Badan Penelitian Buah Republik Indonesia),Telah hadir di Kab Bener Meriah Provinsi Aceh.


Petani Bener Meriah kini berhasil membuat varietas baru tanaman alpukat. Varietas baru bernama Aligator ini menghasilkan buah sebesar diameter kepala bayi dengan berat mencapai 1,5 kg perbuah.


Aligator adalah hasil stek silang antara alpukat MEXICO dengan lokal, tanaman ini berhasil membuahkan buah dengan kualitas dan kuantitas maksimal sehingga mampu mendongkrak pasar ekspor.



Dia adalah Jo Maestro Avocado, salah satu petani yang berasal dari Desa Cemparam Jaya, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah. Berangkat dari Ilmu pertanian semasa sekolah membuat pria berusia 39 tahun ini punya tanggung jawab moral untuk para petani di di desanya dan petani yang berada di Bener Meriah.


 “Saya ingin petani Bener Meriah maju bersama. Karena profesi ini, pekerjaan kembali ke alam yang jika dikelola dengan bagus akan mendapatkan keuntungan besar,” ujar Jo Maestro Alvocado kepada GNI.com, Jum’at (15/4/2022).


Keberhasilan menciptakan alpukat Aligator ini berangkat dari keprihatinan agenda dinas terkait yang tidak ada kemajuan. Kalaupun membagikan bibit juga tidak berkualitas dan tidak ada pendampingan penjualan hasil pertanian di Bener Merih. Hal ini yang membuat saya tergerak untuk menciptakan varietas baru tanaman produktif yang unggul.


 “Saya ubah mindset. Jadi berkebun dengan cara yang bagus, saya pakai tabulapot untuk menanam, treatmennya pakai sistem drip kalau jumlah tanaman banyak, dan semua bahan treatment full organik, dari bahan alam yang ada jadi minim lahan treatment dan biaya,” ulasnya.


 Jo Maestro Alvocado mengklaim bibit alpukat Aligator sudah bisa dipanen dalam jangka tanam 2 tahun dengan berat buah mencapai 1,5 Kg.


Lebih cepat dari tanaman alpukat lokal, yang umumnya baru bisa dipanen setelah 6 tahun sejak masa tanam," paparnya.


Buah alpukat adalah salah satu buah yang memiliki banyak varian di Indonesia. Beberapa varian alpukat yang sudah terkenal di Bener Meriah, Aceh yaitu kendil, miki dan aligator. Semua jenis alpukat tersebut memiliki ciri khas tersendiri dan ketersediaan buahnya di pasaran sangat terbatas meskipun peminatnya banyak. 


Perbedaan dari ketiganya yang paling menonjol adalah perbedaan bentuk dari masing – masing buah alpukat. Buah alpukat aligator memiliki bentuk yang lebih lonjong memanjang dan rasa daging buahnya sudah pasti lezat. Buah ini masih termasuk jenis yang langka, karena masih belum banyak orang yang membudidayakannya, sehingga tidak di semua tempat anda bisa menemukan buah ini dengan mudah, seperti beberapa jenis alpukat lain yang sudah umum ditemui di pasar. 


Akibat langkanya buah ini, supermarket yang menyediakan alpukat ini berani membandrol dengan harga yang super mahal. Dalam situasi ini, prospek budidaya bibit alpukat aligator untuk dipanen buahnya, menjadi suatu terobosan usaha buah yang memiliki masa depan yang cerah.


Tidak hanya bisa dijadikan ladang usaha untuk tujuan komersil, bibit alpukat ini juga bisa dijadikan tanaman untuk mendekorasi pekarangan rumah. Bentuk buah yang tergolong unik karena bentuknya hampir menyerupai pir namun ukurannya besar, membuat bibit dari jenis alpukat ini patut ditanam di pekarangan rumah anda untuk memperindang halaman rumah anda.


 Selain mempercantik pekarangan, nantinya ada juga bisa menikmati buah alpukat yang berukuran besar ini untuk dijadikan aneka kreasi cemilan atau minuman untuk keluarga. 


Alpukat aligator biasa dikenal dengan sebutan alpukat raksasa bukan tanpa sebab, karena buah alpukat yang satu ini memiliki panjang antara 70 hingga 80 centimeter dengan bobot antara 700 gram hingga 1, 13 kilogram per buahnya. Alpukat berukuran besar ini selain disamakan dengan bentuk buah pir, juga sering disebut sebagai alpukat pepaya karena bentuknya mirip dengan pepaya. 


Meskipun kelihatanya buah yang dihasilkan besar – besar, namun perawatan dari bibit alpukat aligator ini sebenarnya tidak terlalu susah, karena perlakuannya sama dengan menanam alpukat jenis yang lain. Meskipun hampir sama, tetap saja ada hal yang harus diperhatikan dalam merawat jenis – jenis tanaman alpukat yang berbeda, dan untuk jenis aligator ini, adapun yang harus benar – benar diperhatikan dalam melakukan perawatan terhadap bibitnya antara lain : 



Varietas aligator merupakan alpukat yang berasal dari Meksiko, sehingga varietas alpukat yang satu ini tahan terhadap suhu yang sangat dingin, bahkan kisaran toleransinya dapat mencapai -7 0 celcius, meskipun demikian tanaman buah yang satu ini akan tumbuh dengan optimal di cuaca pada daerah dengan kisaran suhu antara 12,80 celcius hingga 28,30 celcius, sehingga bibit alpukat ini masih bersifat optimal jika ditanam di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, karena rentang toleransi suhunya yang sangat luas. 


Bibit alpukat aligator akan tumbuh dengan baik jika ditanam di daerah dataran tinggi, yaitu pada kisaran ketinggian ideal diatas 1000 meter diatas permukaan laut (mdpl). Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan jika bibit buah ini bisa tumbuh di dataran rendah, sebab rentang ketinggian daerah untuk menanam bibit alpukat aligator adalah mulai  dari 300 meter hingga 2000 meter diatas permukaan laut.


Mengenai curah hujan, tanaman ini memerlukan curah hujan minimum sebesar 750 – 1000 milimeter per tahun. Walaupun kebutuhan curah hujannya cukup tinggi, bibit alpukat aligator ini tergolong adaptif di daerah beriklim kering, sehingga bibit masih bisa tumbuh dengan baik meskipun kebutuhan curah hujannya kurang memadai, asalkan kedalaman air tanah pada tempat bibit ini ditanam maksimal 2 meter dalamnya. Untuk kebutuhan penyinaran cahaya matahari bagi bibit alpukat aligator ini adalah sekitar 40 % – 80 % dengan intensitas penyinaran sepanjang hari. [yh]

TerPopuler