TP.PKK Bantaeng Raih Penghargaan Terbaik pada Rakerda Provinsi Sulsel Tahun 2022 -->

Iklan Semua Halaman

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia Jika ada yang mendapat intimitasi atau tindakan tidak menyenangkan lainnya dari anggota GNI, silahkan lapor ke center 0823-7323-2423, untuk pengiriman berita kegiatan kampus, sekolah , sosial kemasyarakatan, lainnya silahkan di nomor center kami

TP.PKK Bantaeng Raih Penghargaan Terbaik pada Rakerda Provinsi Sulsel Tahun 2022

3/16/2022


Globalnewsindonesia.com,- MAKASSAR -Dalam rangka perencanaan dan pelaksanaan program kerja tahun 2022, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Hj. Sri Dewi Yanti menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) terkait Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana di Tingkat Provinsi Sulawesi selatan, Rabu (16/3).


Mengusung tema "Penguatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting melalui Optimalisasi Sumber Daya dan Konvergensi Lintas Sektor", kegiatan dilangsungkan di Ruang Pertemuan Swiss Bell Hotel, Jl.Ujung Pandang No.08 Bontoala, Makassar.


Pada kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak Kab. Bantaeng berhasil meraih penghargaan atas peran besarnya dalam mensukseskan Program Bangga Kencana, serta kontribusinya dalam peningkatan kesertaan KB pada kegiatan Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi Bersama mitra kerja pada peringatan Hari Kontrasepsi sedunia tahun 2021.


“Penanganan stunting di Kab.Bantaeng saat ini lebih kepada memberikan edukasi bagi masyarakat tentang bagaimana pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman sayuran sehingga masyarakat bisa mendapatkan sumber nutrisi langsung”, kata Ketua PKK Bantaeng.


Gubernur Sulawesi Selatan, yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat, Jayadi Nas menyampaikan kepada seluruh jajaran pemerintah untuk terus memacu bersama dalam mengedapankan program PKK dan seoptimal mungkin berupaya menurunkan angka stunting di Pronvinsi Sulawesi selatan.


"Alhamdulillah kita berhasil menekan angka stunting di Sulawesi Selatan, yang mana pada tahun 2020 berada pada angka 30%, dan untuk tahun 2021 turun menjadi 9,08%, InsyaAllah ke depan diharapkan penurunannya menjadi semakin baik,”katanya.


Ditambahkannya pula bahwa apapun arahan dari pihak BKKBN, mulai dari perhitungan dan langkah-langkah  kedepannya akan terus dikoordinasikan dan disinergikan.(Abm)