3/4 Abad Sudah Milad HMI, Antara Kekhawatiran dan Kebahagiaan -->

3/4 Abad Sudah Milad HMI, Antara Kekhawatiran dan Kebahagiaan

2/06/2022, 2/06/2022

 


Globalnewsindonesia.com,- Banda Aceh- Tepat pada hari ini tanggal 5 Februari 2022 himpunan mahasiswa islam sudah berumur yang ke-75 tahun. Tentu usianya sudah tidak lagi muda, akan tetapi semangat berjuang dalam organisasi terus berkibar didalam dada setiap kader himpunan mahasiswa islam. 


5 Februari 1947 himpunan mahasiswa islam lahir dengan semangat keislaman dan keindonesia nya yang di prakarsai oleh ayahanda kita Bersama yaitu Prof. Drs. Lafran Pane dengan rekan-rekannya yang ikut andil dalam pembentukan organisasi himpunan mahasiswa islam (HMI) yang kita cintai ini.


Terlepas akan hal itu, dengan umur yang sudah tidak lagi muda himpunan mahasiswa islam telah banyak berkiprah dan berdedikasi pengabdiannya untuk bangsa Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung seiring berjalannya waktu, periode pemerintahan, dan masa perjuangan. 


Seperti yang sudah termaktub didalam sejarah perjuangan himpunan mahasiswa islam (HMI) yang mana di masa lalunya, hmi pernah ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia (1945), perlawanan dalam agresi militer belanda (1949), meredam pemberontakan PKI muso di madium dan solo (1948), 


sampai pada puncaknya yang ikut andil menjatuhkan otoritarianisme orde baru (1998). dan masih banyak lagi. Bahkan ada yang mengatakan bahwa himpunan mahasiswa islam dulunya sering disebut sebagai Harapan Masyarakat Indonesia (HMI).


Oleh karena persoalan substansial tersebut, HMI menjadi lebih bersinar dan bercahaya karena mampu menyelesaikan persoalan serta polemik yang dihadapi oleh umat dan bangsa Indonesia pada saat itu. Namun realitanya, HMI sekarang malah terjebak dalam persoalan-persoalan yang tidak substantif. 


Oleh karena hal tersebut, citra HMI pun sudah mulai meredup di tanah air bangsa Indonesia saat ini. Kita bisa melihat bersama HMI diumur yang ke-75 tahun ini lebih sering berkonflik di internal nya sendiri sehingga wilayah-wilayah di eksternalnya menjadi tidak terjamah. Hal tersebut terjadi karena adanya pergeseran nilai nilai kesadaran, baik kesadaran individu maupun kesadaran kolektif disetiap kader HMI. 


Yang mana seperti kita ketahui bersama tujuan HMI yang terkandung didalam pasal 4 AD HMI, tatkala terjadi pergeseran nilai, maka hal ini sangat potensial untuk melahirkan pemikiran kritis untuk menghasilkan terobosan baru.


Dalam perspektif penulis adapun kekhawatiran yang terjadi saat ini, diumur organisasi HMI yang sudah beranjak ke-75 tahun bagaimana kader HMI saat ini yang sudah jauh dari nilai-nilai keislaman dan keindonesia. Siapa sangka hari ini mungkin para kader lebih banyak bergerak pada kepentingan-kepentingan politik,


 kepentingan-kepentingan para kanda yang tak ada habisnya, yang seharusnya HMI notabene nya bergerak atas dasar kepentingan umat dan bangsa serta mahasiswa. Belum lagi kita dihadapkan dengan pelacur-pelacur organisasi yang hanya memanfaatkan eksistensi dan posisi didalam organisasi yang kita cintai ini, 


seperti hal nya yang sedang dihadapi dengan komisariat saintek sendiri, tak bisa pungkiri namun nyatanya itulah yang terjadi saat ini. lalu kekhawatiran yang terjadi, apakah mampu organisasi yang kita cintai ini, diumur yang sudah sangat dewasa bisa kembali pada masa keemasan dan kejayaan seperti masa mudanya HMI? atau malah terus terjadi kemunduran setiap harinya dimana umurnya yang semakin hari semakin bertambah. Kita berharap semoga kekhawatiran itu cepatlah berlalu.


Selajutnya dalam perspektif penulis kebahagiaan dalam menyambut miladnya himpunan mahasiswa islam (HMI) yang ke-75, kita patut berbangga dan berbahagia selain HMI menjadi organisasi mahasiswa islam tertua di indonesia, alumni-alumni himpunan mahasiswa islam (HMI) juga telah banyak melakukan perubahan-perubahan serta dedikasi nya untuk bangsa Indonesia. 


dengan kader kader mahasiswanya, yang juga sudah banyak melakukan gagasan serta perubahan yang telah dilakukan di kampus kita bersama. Begitupun di fakultas sains dan teknologi, dengan had. (Rm)

Oleh Irfan Akbar : Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Sains dan Teknologi UIN Ar-raniry.


TerPopuler