Kecewa Tak Pernah Ditemui Kantor Kejari Bantaeng Digembok Pengunjuk Rasa -->
Clickadu
Ingin Mengirimkan Tulisan Kegiatan Apapun di GLobalnewsindonesia.com, dinomor center Kami 0823 7323 2423,

Kecewa Tak Pernah Ditemui Kantor Kejari Bantaeng Digembok Pengunjuk Rasa

9/30/2021, 9/30/2021

Massa Aksi Saat melakukan pengembokan Kantor kejaksaan Negeri Bantaeng, Kamis 30 september 2021


GlobalNewsindonesia.com-Bantaeng, --Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Pattallasang kembali mengelar aksi unjuk rasa yang ke-empat kalinya didepan kantor Kejari Bantaeng di jalan A.Manappiang Kel.Lembang Kabupaten Bantaeng Sulsel Kamis,(30/9/21)


Demo berjilid-jilid ini terus berulang karna pihak kajari Bantaeng tak kunjung menemui massa aksi


Sejumlah Aktifis dan masyarakat Desa pattalasang dan ahli waris hadir melakukan tuntutan sembari meneriakkan orasinya


Aksi ini dikomandoi oleh, Andi Imran, Yusdanar Hakim, Aldi Naba, Jalil Abede dan bebrapa Aliansi yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Desa Pattalasang dimana aksi kali ini cukup membuat macet jalan poros trans Sulawesi


Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam gerakan ini bergantian melakukan orasinya Menuntut Kejari Bantaeng menindaklajuti laporan pemuda dan masyarakat serta Mendesak kajari Bantaeng untuk turung memerikasa objek yang dilaporkan pemuda Desa Pattalasang.


Namun lagi-lagi aksi ini tak mendapat respon dari pihak kejari Bantaeng, sontak membuat demostran melakukan pengembokan pintu masuk kajari Bantaeng yang diwarnai adu mulut.


" Kita sudah melakukan empat kali aksi, namun tak pernah mendapatkan tanggapan dari kepala kejaksaan, kami hanya ingin mempertanyakan produk yang dikeluarakan dimana kasih intel mengatakan tidak ada temuan dalam kasus ini."kata Yusdanar.


Kita miris dengan APH kajari Bantaeng yang tak pernah mau menemui massa aksi untuk berdialog, sehingga patut kita menduga ada apa dibalik semua ini, kenapa ada perbedaan dengan aksi Demo sebelumnya.


Sementara itu, Aldi Naba mengatakan aksi pengembokan kantor kejaksaan hari ini sejatinya menjadi pertimbangan aspirasi yang kami sampaikan, dan masyarakat bisa menilai betapa tertutupnya APH terhadap keresahan masyarakat.


"Hari menjadi sejarah Kator kejaksaan Negeri Bantaeng kami gembok dan bukti kekecawaan kami terhadap kinerja Kajati Bantaeng yang tak mau memberikan penjelasan melakukan dialog."kata dia.


Sementara itu Muklis salah satu warga Desa berteriak lantang menatang Pihak Kejari Bantaeng untuk turung melakukan audit didesa Pattallasang bahkan dirinya mengaku siap menjadi jaminan jika tidak ditemukan kerugian negara sebagaimana yang dilaporkan.


"Saya siap dipenjara kalau kejari Bantaeng turung dan tidak menemukan kerugian negara (korupsi-red) di desa pattallasang"tegasnya dengan lantang.



Usai mengembok kantor Kejaksaan Negeri Bantaeng Massa aksi,pun membubarkan diri dan berjanji akan menurungkan massa yang lebih banyak lagi.


Akibat dari tertutupnya Kantor kejaksaan Negeri Bantaeng oleh massa desmostrasi pihak media tidak berhasil masuk untuk melakukan kompirmasi terkait kasus ini.(*)











TerPopuler