Gepmar Makassar Minta 7 Rumah Sakit Harus Bertanggung Jawab Atas Meninggalnya, Hartina -->
Global News Indonesia Menerima Tulisan dan Artikel, Kegiatan Komunitas, Sosial, Opini, Informasi Donasi Rumah Ibadah dan Panti Asuhan, dll | Global News Indonesia juga membuka Kesempatan untuk Biro & Jurnalis Muda diseluruh Indonesia, | Jurnalis GNI dibekali Identitas dan surat Tugas, Informasi dan Pengaduan di Center 0823-7323-2423

Gepmar Makassar Minta 7 Rumah Sakit Harus Bertanggung Jawab Atas Meninggalnya, Hartina

12/22/2020, 12/22/2020




GlobalNewsindonesia.com-BULUKUMBA, - Seorang ibu hamil asal Bulukumba Hartina yang hendak melahirkan, meninggal dunia bersama bayi akibat terlambat mendapatkan pelayanan medis.


Atas insiden tersebut

Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (Gepmar) Makassar melakukan aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Senin (21/12/2020).


Mereka menuntut pertanggungjawaban tujuh rumah sakit yang menolak memberikan pelayanan kepada Hartina. 

 


“Kami  mendesak Kepala Dinas Kesehatan dan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, untuk mencopot direktur Rs Labuang Baji, dan memberikan sanksi berat kepada manajemen Rs Plamonia yang diduga menolak pasien sehingga meninggal dunia," kata jenderal lapangan, Muh Iqbal.


Selain itu, lanjut Iqbal, agar Rs Kartini dan Rs Ananda ditutup. Serta tiga manajemen Rumah Sakit daerah seperti RSUD Bantaeng, RSUD Jeneponto dan RSUD Takalar diberikan sanksi. 


Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan dr Ichsan Mustari mengatakan kasus ini saat sedang dalam pembahasan serius dan akan menindak lanjuti persoalan tersebut.(is)

TerPopuler