Antisipasi Lonjakan Pasien Positif, Pemkab Purwakarta Siapkan Wisma Isolasi di Kota Bukit Indah -->
Global News Indonesia Menerima Tulisan dan Artikel, Kegiatan Komunitas, Sosial, Opini, Informasi Donasi Rumah Ibadah dan Panti Asuhan, dll | Global News Indonesia juga membuka Kesempatan untuk Biro & Jurnalis Muda diseluruh Indonesia, | Jurnalis GNI dibekali Identitas dan surat Tugas, Informasi dan Pengaduan di Center 0823-7323-2423

Antisipasi Lonjakan Pasien Positif, Pemkab Purwakarta Siapkan Wisma Isolasi di Kota Bukit Indah

12/30/2020, 12/30/2020

 


Globalnewsindonesia.com,- Purwakarta,- Wisma isolasi mandiri yang disiapkan Pemkab Purwakarta itu akan menempati eks mess karyawan di kawasan industri Kota Bukit Indah (KBI) Kecamatan Bungursari.


Dormitory itu, nantinya bisa menampung sekitar 140 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang bergejala. Sedangkan Wisma Isolasi yang menempati Hotel Aruni di Jalan Veteran yang dipergunakan saat ini, hanya mampu menampung sebanyak 40 hingga 50 pasien.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Deni Darmawan mengatakan, seiring dengan kondisi pasien konfirmasi positif yang jumlahnya terus bertambah. Ruang-ruang isolasi baik rumah sakit umum daerah maupun swasta pun telah penuh terisi pasien konfirmasi positif Covid-19.


"Kemarin, gugus tugas memutuskan Wisma Aruni diperpanjang sebulan hingga Januari. Kemudian, Februari 2021 kami akan gunakan mess bekas karyawan di kawasan Kota Bukit Indah, lokasinya cukup jauh dari permukiman," kata Deni, Selasa (29/12/2020).


Di sisi lain, Pemkab Purwakarta juga telah menyiapkan sekitar 1.200 pcs rapid test antigen untuk pemeriksaan warga Purwakarta yang suspek. Sementara untuk masyarakat umum yang hendak melakukan rapid test antigen secara mandiri, Deni menyebut mesti merogoh kocek mulai Rp 250 ribu sampai Rp 400 ribu. Sementara, untuk rapid test biasa hanya kisaran Rp 150 ribu.


"Rapid test antigen kisarannya 250 - 400 ribu ada rate harga. Tapi, dari Kemenkes belum menetapkan HET-nya," kata Kadis yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Purwakarta itu.


Terkait penyediaan rapid antigen di titik-titik keluar masuk Purwakarta, Deni menyebut pihaknya bakal merapatkannya dahulu bersama pihak terkait dan Polres Purwakarta. Namun, kemungkinan rapid test antigen akan disasar secara random sampling orang hilir mudik.

 

Update Covid-19 Purwakarta

 

GTPP Covid-19 Kabupaten Purwakarta melansir, secara kumulatif jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah tersebut hingga hari ini, Selasa 29 Desember 2020 mencapai 2.356 orang. Namun, 1.830 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh. Terjadi penambahan angka kesembuhan sebanyak 23 orang per hari ini.


"Hari ini, terjadi penambahan warga terkonfirmasi positif sebanyak 24 orang yang sembuh sebanyak 23 orang dan meninggal dunia 1 orang. Angka kematian hingga hari ini berjumlah 88 orang. Sedangkan untuk pasien konfirmasi positif aktif hari ini berjumlah 438 orang, jumlahnya masih sama dengan hari sebelumnya," ungkap Deni.


Selain itu, terdapat data lainnya yang Deni sampaikan yaitu untuk warga yang berstatus kontak erat hari ini jumlahnya bertambah 18 orang, totalnya menjadi 591 orang. Dan warga yang berstatus suspek berkurang 13 orang, totalnya menjadi 220 orang dan probable 1 orang.


Berdasarkan kondisi tersebut tersebut, GTPP Covid-19 Kabupaten Purwakarta meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dan tetap menjalankan program-program adaptasi kebiasaan baru yang berkaitan dengan perubahan perilaku seperti tak lupa Memakai masker, Menjagpa jarak dan Mencuci tangan dengan sabun (3M).


Deni juga menghimbau masyarakat agar dapat melindungi diri sendiri dan membantu mencegah penyebaran virus covid-19 kepada orang lain. Dengan begitu dapat membantu melakukan langkah-langkah yang dianjurkan pemerintah. "Sering-seringlah mencuci tangan. Bersihkan tangan secara rutin dan menyeluruh dengan alkohol atau cuci tangan menggunakan sabun dan air," demikian Deni Darmawan. (Mjn)


TerPopuler