Pendaki Wanita Dievakuasi Tim SAR, 7 Teman Pilih lanjut ke Puncak Slamet -->
Global News Indonesia Menerima Tulisan dan Artikel, Kegiatan Komunitas, Sosial, Opini, Informasi Donasi Rumah Ibadah dan Panti Asuhan, dll | Global News Indonesia juga membuka Kesempatan untuk Biro & Jurnalis Muda diseluruh Indonesia, | Jurnalis GNI dibekali Identitas dan surat Tugas, Informasi dan Pengaduan di Center 0823-7323-2423

Pendaki Wanita Dievakuasi Tim SAR, 7 Teman Pilih lanjut ke Puncak Slamet

11/01/2020, 11/01/2020




GlobalNewsindonesia.com-Purbalingga ,  - Nasib malang dialami Elsa Qurrotul Aini, pendaki Gunung Slamet via Jalur Bambangan asal Banyumas, Jawa Tengah. Dia tidak bisa melanjutkan perjalanan sampai puncak bersama 7 temannya karena mengalami kekelahan fisik.


Kronologi kejadian terjadi pada Sabtu (30/10/2020) menjelang sore,korban mengalami drop fisik sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Rekan korban kemudian langsung melapor Tim SAR melalui Nomor darurat. 


Kebetulan pada waktu bersamaan ada personil SAR Bambangan yang sedang bertugas menjadi pemandu kelompok pendakian lain bergegas mendekati lokasi dan langsung membantu mengkondiisikan korban sampai pertolongan datang.


Setibanya Tim SAR di lokasi, korban yang merupakan satu-satunya pendaki wanita dalam rombongan tersebut langsung mendapatkan perawatan.


Evakuasi sempat berjalan sulit dikarenakan jalur pendakian sedang di terjang hujan gerimis dan kondisi berkabut.


Tim SAR kemudian mencapai Base Camp sekitar jam 11 malam.Beruntung setelah diberikan pertolongan, kondisi korban lekas membaik. 


Meski kondisi korban sudah terselamatkan, sangat disayangkan ketika dalam kondisi genting tersebut tidak ada satupun teman yang ikut mendampingi korban turun dan mereka lebih memilih melanjutkan perjalanan ke puncak Slamet. 


“ Sangat disayangkan ke 7 rekan Elsa tidak ada yang ikut turun mendampingi korban dan lebih memeilih melanjutkan pendakian ke puncak, “ seperti dikutip dari laman Instagram @slametviabambangan


Diketahui, kondisi Gunung Slamet pada hari tersebut sedang terjadi angin kencang disertai kabut tebal yang terjadi di lereng sebelah Utara menyebabkan jarak pandang hanya mencapai radius 4-5 meter. (gyh)

TerPopuler