Ratapan Dan Tangisan Keluarga Untuk RG Pahlawan Kecil -->
Global News Indonesia Menerima Tulisan dan Artikel, Kegiatan Komunitas, Sosial, Opini, Informasi Donasi Rumah Ibadah dan Panti Asuhan, dll | Global News Indonesia juga membuka Kesempatan untuk Biro & Jurnalis Muda diseluruh Indonesia, | Jurnalis GNI dibekali Identitas dan surat Tugas, Informasi dan Pengaduan di Center 0823-7323-2423 Hosting Unlimited Indonesia

Ratapan Dan Tangisan Keluarga Untuk RG Pahlawan Kecil

10/17/2020, 10/17/2020

 


GlobalNewsIndonesia.Com,- Aceh Timur,- kisah pemberani anak kecil untuk ibunda tercintanya mendapat banyak seruan pahlawan kecil dari warganet. 


Inilah kisah yang dialami keluarga saat sebelum terjadi dimana berapa hari setelah merayakan ultahnya yang ke-10, ibu Rangga, Dn, datang ke rumahnya di Medan Selayang dengan maksud membawa Rangga ke Aceh.


Dan saat itu pula, Fadli ayahnya mengaku berat melepas kepergian putra pertamanya itu.


“Akan tetapi apa daya saat almarhum terus merengek dan bersikeras pingin ikut. Sehingga akhirnya saya mengizinkannya,” Tuturnya.


Selanjutnya ia sempat kaget dan tak percaya ketika mendengar kabar bahwa anaknya itu telah meninggal dunia.


"Saya hampir tak percaya mendengar kabar Rangga meninggal. Dia meninggal terkena sabetan parang pelaku karena berusaha membantu ibunya di rumah itu," Jelas Fadli.


"Hingga sayapun dapat kabar bahwa sebelum meninggal, anak saya sempat disuruh lari sama ibunya.Tapi dia tidak mau lari, dia malah lawan pelaku. Dan setelah terkena parang, iapun sempat berucap sakit. Lalu ia langsung terdiam, mungkin saat itu anak saya ini sakratul maut," imbuhnya lagi.


Fadli mengenang, Rangga merupakan anak yang cerdas. Dan dia selalu mendapat ranking 1 dan 2 di sekolahnya. Rangga juga sudah bisa membaca Alquran.


"Almarhum memang beda dengan anak seusianya. Ia anak cerdas, periang, keras berpendirian, dan selalu mendapat rangking di kelasnya. Bahkan sekarang Ia sudah mampu membaca Alquran," kenang ayahnya menangis sedih.


Kini, Fadli Fajar telah mengikhlaskan kepergian anak kesayangannya itu. Allah SWT lebih sayang kepadanya, sehingga memanggilnya lebih dulu dari pada kami. ‘Selamat jalan nak, kami akan selalu merindukanmu nak’," ucap ayahnya kembali menangis. 


Diakhir perbincangan, Fadli Fajar berharap penegak hukum memberikan ganjaran seberat-beratnya kepada pelaku, supaya tidak ada lagi Rangga Rangga lain yang menjadi korban.


Kronologi kejadian RG, bocah pemberani yang tewas saat menolong ibunya kini sudah dimakamkan.


DN ibu kandung dari sang bocah malang tersebut saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit setelah diperkosa dan dianiaya Samsul Bahri.


Proses pemakaman RG pun tanpa dihadiri oleh kedua orangtuanya. Keuchik Alue Gadeng Kampung, Dedi mengatakan, korban RG sudah selesai dikebumikan usai shalat Magrib.


Menurut Keuchik Dedi, proses pemakaman diikuti keluarga dan kerabat dekat serta ratusan warga yang ikut mengantarkan jenazah RG ke tempat peristirahatan terakhir.


Ia melanjutkan, kedua orangtua RG tak bisa mengantarkan jenazah sang bocah kecil tersebut. Kedua orangtua korban hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan kepergian anak lelakinya tersebut.


Ayah korban pun tidak bisa hadir lantaran harus menemani ibu kandung RG di rumah sakit.


“Mereka tidak bisa mengantarkan jenazah anaknya dan hadir ke pemakaman, karena ibu korban yang ditemani ayahnya kini masih dirawat di salah satu RS di Langsa,” ujar Keuchik Dedi.


Korban RG bocah 9 tahun tewas setelah dibacok saat menolong ibunya yang tengah diperkosa di rumahnya sendiri.


Perbuatan keji tersangka ini dilakukan di rumah korban yang lokasinya jauh dari pemukiman penduduk lainnya lantaran berada di area sekitar perkebunan warga, Sabtu (10/10/2020) peristiwa itu diperkirakan terjadi antara pukul 01.00 WIB - 03.00 WIB.


Saat itu, DN bersama anak lelakinya yang berusia 9 tahun sedang tidur di rumah mereka yang lokasinya berada di tengah kebun sawit. dan Rumah korban memang jauh dari rumah penduduk gampong lainnya.


Sementara itu, saat kejadian suami DN sedang tidak ada di rumahnya karena tengah mencari ikan di sungai dan paginya baru pulang.


Saat itu, tersangka datang ke rumah mereka hendak memperkosa DN (28) ibu korban, dan RG (9) kemudian terbangun berniat membantu ibunya.


RG pun berusaha melawan pelaku agar ibunya bisa selamat. Namun tersangka Samsul langsung menebaskan parang ke tubuh bocah kecil itu di bagian dada dan perut (sesuai keterangan ibu korban).


Setelah memuaskan nafsu bejatnya, pelaku mengikat DN. Jasad RG dimasukkan ke dalam karung dibawa tersangka ke arah sungai untuk dibuang.


Saat tersangka lengah, DN berhasil melepaskan ikatan di tangannya dan kabur mencari pertolongan ke permukiman warga Gampong Alue Gandeng Kampung.


Namun saat aparat kepolisian bersama warga pagi Sabtu itu datang ke lokasi sekitar sungai, jasad korban kelas 2 SD itu tidak ada lagi di sana. (Mjn)


Artikel ini telah tayang di serambinews.com

TerPopuler