Dua Orang Tersangka Rombongan Moge Pengeroyok Intel TNI, Ditahan Polisi -->
Global News Indonesia Menerima Tulisan dan Artikel, Kegiatan Komunitas, Sosial, Opini, Informasi Donasi Rumah Ibadah dan Panti Asuhan, dll | Global News Indonesia juga membuka Kesempatan untuk Biro & Jurnalis Muda diseluruh Indonesia, | Jurnalis GNI dibekali Identitas dan surat Tugas, Informasi dan Pengaduan di Center 0823-7323-2423

Dua Orang Tersangka Rombongan Moge Pengeroyok Intel TNI, Ditahan Polisi

10/30/2020, 10/30/2020

 


GlobalNewsIndonesia.com, BUKITTINGGGI- Dua orang Anggota Unit Intel Kodim 0304/ Agam Serda Mistari dan Serda Yusuf dikeroyok rombongan motor gede (Moge) jenis Harley Davidson di Kota Bukittinggi, Sumbar. Pengeroyokan tersebut terjadi di Simpang Tarok Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang kota setempat, sekitar pukul 16.40 WIB, Jumat (30/10/2020).


Dari berbagai informasi diperoleh media ini, sore itu Serda Mistari bersama Serda Yusuf berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat melintas ditempat kejadian. Dikejauhan terdengar suara sirene mobil Patwal Polres Bukittinggi. Mendengar suara sirene, lalu Yusuf meminggirkan kendaraannya dan memberi jalan kepada mobil Patwal yang diiringi rombongan Moge.


Setelah rombongan mobil Patwal lewat diiringi Moge, Serda Yusuf melanjutkan perjalanan menuju Makodim, namun dari belakang datang rombongan moge lain yang terpisah dari rombongan melaju kencang dengan suara knalpot bergemuruh sehingga annggota intel Kodim 0303/ Agam itu terkejut dan nyaris jatuh dari motornya. 


Selesai dari keterkejutannya, Serda Yusuf mengejar dan memberhentikan rombongan Moge itu. Akan tetapi setelah berhenti, rombongan Moge lainnya langsung mengejar Serda Yusuf dan Serda Mistari lalu mengeroyok kedua aparat keamanana yang sedang bertugas itu.


Saat dipukuli, kedua anggota intel itu sempat memberitahukan bahwa mereka adalah Anggota TNI, namun tidak didengar oleh si pengeroyok. 


Pengeroyokan atas dua anggota TNI tersebut disaksikan warga sekitar. Diantara warga, ada yang melerai pengeroyokan dan ada pula yang merekam dengan video handphone sehingga rekaman video beredar luas diberbagai kalangan. 


Selesai direlai, rombongan Moge itu melanjutkan perjalanan menuju tempat peristirahatannya di Novotel, Kota Bukittinggi. Sementara kedua intel tadi melaporkan penganiayaan atas dirinya ke Perwira Piket Kodim.


Ternyata tidak sampai di sana, melalui koordinasi Makodim, keduanya melanjutkan laporan pengeroyokan tersebut ke Polresta Bukittinggi. 


Pantauan media ini, sejak dilaporkan ke Polresta, puluhan anggoata TNI lain turut beramai-ramai mengawal proses pemeriksaan para pelaku pengeroyokan. Ada yang berdiri diluar pagar, di dalam atau di halaman Mapolres dan turut hadir Komandan POM TNI AD Bukittinggi bersama anggota.


Proses pemeriksaan pengeroyokan oleh rombongan Moge berjalan cukup lama. Diperkirakan, sejak dilaporkan ke Mapolresta Bukittinggi hingga ditentukan para tersangka terhadap rombongan Moge, proses pemeriksaan itu selesai sekitar pukul 3:40 WIB dini hari. 


Kapolresta Bukittinggi, AKBP Dodi Prawiranegara, SH,SIK,MH membenarkan adanya laporan dari pihak korban. Kata dia, setelah proses pemeriksaan secara intensif, langsung dilakukan penahanan terhadap rombongan Moge atau pelaku pengeroyokan. 


"Sebagaimana dari viralnya video sore tadi dan dilakukan koreksi-koreksi, juga melalui pemeriksaan berikut saksi-saksi ditetapkan dua orang tersangka pelaku pengeroyokan. Kini kedua orang tersebut sudah kami tahan," jelas Kapolres usai memastikan tersangka ditahan.


Dodi menerangkan, kedua tersangka yang ditahan itu berinisial MS dan G. Keduanya lanjut dia, punya peran berbeda-beda melakukan pengeroyokan yakni MS membanting korban, sedangkan G berperan menendang korban. 


Sementara kejadian, lanjut Kapolres, seperti telah diketahui yaitu saat korban melintas tiba-tiba lewat rombongan Moge. Mungkin korban tidak suka, lalu mengejar Moge dan selanjutnya terjadi adu mulut hingga akhirnya terjadi tindak pidana penganiayaan.  


Adanya rumor yang beredar bahwa adanya petinggi purnawirawan ikut dalam rombongan Moge tersebut Kapolres menyatakan tidak mengetahui sebab pihaknya hanya memeriksa siapa yang berbuat tindak pidana.


"Oh, kalau soal itu, kami tidak mengetahui, sebaiknya tanya ke pak Dandim. Kami hanya memeriksa siapa yang berbuat tindak pidana," terang Kapolres seraya menambahkan hal-hal lain selain memeriksa yang berbuat tindak pidana, pihaknya tidak punya kompentitif. 


Terkait Belasan Moge tampak terparkir disalah satu sudut halaman Mapolres, lanjut Dodi, tidak ikut ditahan. Kata dia, kebetulan saja kegiatannya menggunakan sepeda motor jenis Moge.    


"Ini merupakan tindak pidana pengeroyokan dua orang lawan satu atau pengeroyokan orang per orang bukan pengeroyokan menggunakan sepeda motor. Lagian, semua Moge tersebut setelah diperiksa atau dicek kelengkapan surat-suratnya juga lengkap," tutup Kapolres. (an)

TerPopuler