-->

Update Corona Jateng : Per 15 September Masih Terjadi Peningkatan Kasus, Ganjar Beri Lampu Peringatan

sumber : corona.jatengprov.id

globalnewsindonesia.com, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah kembali memperbarui data kasus Covid-19 hari ini, Selasa (15/09/2020).


Melansir pangkalan data resmi milik Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah corona.jategprov.id , berbagai jenis kasus corona mengalami peningkatan cukup mencolok.


Tertulis, Pasien terkonfirmasi dirawat pada selasa ini bertambah 268 kasus. Terkonfirmasi sembuh bertambah 231 kasus. Terkonfirmasi meninggal ada peningkatan 24 kasus. Suspek berada di angka penambahan 166, dan Probabel naik 68 kasus. Sementara rekap keseluruhan atau total terkonfirmasi melonjak 523 kasus.


Sehingga, rilis total jumlah pasien terkonfirmasi  dirawat sebanyak 2.834 orang, Terkonfirmasi sembuh 13.854 orang, Suspek berada di angka 1.758 orang, Probabel 1.237 orang, Pasien terkonfirmasi meninggal akibat terpapar Covid-19 sebanyak 1.701 orang. Dan jumlah kalkulasi Total Kasus keseluruhan yang terkonfirmasi tertera sebanyak 18.389 kasus.


Di lain kesempatan, seusai melakukan rapat penanganan Covid-19 di kantornya di Jalan Pahlawan Semarang, Senin (14/09/2020). Gubernur Ganjar Pranowo menyampaikan ada 9 daerah yang membutuhkan perhatian khusus terhadap resiko kasus covid-19 ini.


Mengutip detikcom, Sembilan daerah tersebut diantaranya adalah Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, Kota Semarang, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Tegal. Dia menyarankan agar daerah itu mulai ancang-ancang “injak rem” dalam upaya penanganan virus corona lebih lanjut.


Tidak lupa Ganjar memberikan lampu peringatan tersendiri kepada Kota Semarang karena peningkatan kasus penularan di daerah itu relatif terus melonjak signifikan lebih riskan dari daerah lain.


Menurutnya, salah satu rem yang harus di injak adalah soal Event. Ganjar memberi instruksi untuk meniadakan event yang mendatangkan massa dalam jumlah banyak. Alternatifnya bisa dilakukan melalui kegiatan online atau virtual. Dia juga berharap elemen pemerintahan terkait lebih sigap lagi dalam menangani keadaan. (gyh)