-->

Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Siswa SMKN Senduro berjalan Sukses.

Foto/istimewa: Suasana proses belajar tatap muka sisiwa SMKN Senduro Rabu,3/9/2020.

globalnewsindonesia.com, Lumajang, Hampir berjalan dua minggu proses pembelajaran tatap muka bagi siswa SMKN Senduro berjalan lancar, hal itu dapat dilihat dengan adanya peningkatan kapasitas siswa, yang awalnya dibatasi jumlah siswa sebanyak 25 %, namun hari ini terhitung mulai senin, 31 Juli 2020 sudah naik menjadi 50 % yang bisa belajar tatap muka, kata Dr Haris Lifiyatno,SH,M.Pd selaku kepala SMKN Senduro Rabu,3/9/2020.

Peningkatan prosentase tersebut diperoleh dari hasil visitasi dan kajian analisis dari Tim Gugus Covid 19 Kabupaten Lumajang yang menyatakan bila lembaga SMKN  Senduro yang memiliki 3 Jurusan ( Multimedia, Akuntasi dan Teknik Pengolahan Hasil Pertanian) layak melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan jumlah siswa 50 % dari total jumlah siswa keseluruhan.

Masih kata Haris, dalam tekhnis pekaksanaannya disamping tetap mematuhi standart aturan protokol kesehatan Covid 19 ,untuk jam belajar kita bikin berjenjang baik saat masuk dan pulangnya  agar tidak terjadi kerumunan.

Tidak berhenti sampai disitu cara antisipasinya, seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang ada agar selalu memantau perkembangan penyebaran Covid khususnya di wilayah kecamatan Senduro dan umumnya di daerah sekitar tempat tinggal siswa, bila ada indikasi daerahnya masuk zona merah atau kuning, maka siswa tersebut diminta untuk tidak ikut belajar tatap muka guna melakukan isolasi mandiri, lanjut Haris yang masih empat bulan menjabat kepala sekolah .

Kebijakan tersebut tentunya tidak hanya berlaku bagi siswa saja, namun berlaku untuk semua guru dan Tenaga kependidikan di SMKN Senduro.

Maklum dengan jumlah murid 467 merupakan beban kewajiban yang tidak ringan, untuk itu saya selaku kepala sekolah meminta tolong pada orang tua murid agar sama-sama menjaga outra-putrinya untuk mematuhi aturan protokol kesehatan saat berada dirumah, kata Haris dengan nada serius.

Kangsan dari MP 3(masyarakat peduli pendidikan dan pariwisata) berharap tidak hanya waktu di sekolah saja anak-anak mematuhi aturan protokol kesehatan, tapi yang terpenting juga perlu disiplin saat diluar sekolah, karena waktu interaksi sosial yang lama adalah saat dirumah.

Pandemi Covid 19 ini adalah masalah kita bersama, untuk itu mari kita selamatkan anak-anak kita dari penularan Virus Corona ini, karena ditangan merekalah masa depan bangsa disandarkan, lanjut Kangsan. (Tofik)