Cegah Kebocoran PAD, Bayar Retribusi Pasar Sentral Pakai Non Tunai -->
Global News Indonesia Menerima Tulisan dan Artikel, Kegiatan Komunitas, Sosial, Opini, Informasi Donasi Rumah Ibadah dan Panti Asuhan, dll | Global News Indonesia juga membuka Kesempatan untuk Biro & Jurnalis Muda diseluruh Indonesia, | Jurnalis GNI dibekali Identitas dan surat Tugas, Informasi dan Pengaduan di Center 0823-7323-2423

Cegah Kebocoran PAD, Bayar Retribusi Pasar Sentral Pakai Non Tunai

9/24/2020, 9/24/2020

 


Globalnewsindonseia.com,-  Bulukumba,- Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian membuat terobosan untuk menekan kebocoran pemasukan retribusi pasar yang merupakan salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terobosan atau inovasi tersebut adalah pembayaran retribusi pasar dengan cara non tunai. Untuk tahap pertama,  pembayaran retribusi non tunai ini diberlakukan di Pasar Sentral Bulukumba.


Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Munthasir Nawir, mengatakan bahwa tujuan dari program retribusi non tunai ini agar pengelolaan retribusi pasar lebih transparan dan akuntabel, serta lebih mudah dikontrol setiap saat. Untuk pengelolaan retribusi non tunai ini, pihaknya kata Munthasir menggandeng Bank Sulselbar Cabang Bulukumba untuk penyetoran retribusi melalui aplikasi elektronik.




“Untuk pelaksanaan tahap pertama kita memulai di Pasar Sentral, ke depan akan dikembangkan dan diberlakukan di pasar-pasar rakyat lainnya. Kami berharap retribusi non tunai ini dapat meningkatkan PAD kita,” beber Munthasir saat Launching Retribusi Pasar Non Tunai di Pasar Sentral Bulukumba, Kamis 24 September 2020.


Sementara itu, Kepala Cabang Bank Sulselbar Bulukumba, Dhin Nuwarah mengemukakan bahwa pembayaran retribusi non tunai lebih mudah, lebih dipercaya dan tentunya lebih akuntabel. Pihaknya, lanjutnya sangat merespon program non tunai ini, oleh karena memang fungsi Banks Sulselbar adalah membantu pemerintah dalam meningkatkan PAD-nya. Ia menyebut aplikasi retribusi non tunai ini adalah yang pertama kali dilakukan di pihak Bank Sulselbar di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.


“Dari 32 cabang kantor kas, Kabupaten Bulukumba yang pertama memberlakukan retribusi non tunai ini,” beber Dhin Nuwarah


Untuk mekanisme pembayaran retribusi non tunainya, Dhin menjelaskan bahwa para pedagangan tinggal menggesek kartu ATM/ kartu Debitnya di mesin EDC (alat pendebetan) yang disiapkan petugas kolektor. Selain kartu ATM, pedagang juga bisa menyetor melalui aplikasi di Smartphone dengan Barcode.


Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali yang meresmikan penggunaan pembayaran retribusi non tunai ini, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan Gerakan Nasional Non Tunai yang dicanangkan oleh Bank Indonesia.


Selain memudahkan pedagang dalam membayaran retribusi, transaksi non tunai juga sangat membantu dalam upaya bersama mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, oleh karena uang tunai merupakan salah satu wadah penularan virus Corona yang kita tidak sadari.


“Saya mengajak para pedagang pasar untuk mendukung pembayaran non tunai ini. Oleh karena apabila PAD meningkat maka anggaran pembangunan juga meningkat,” kata AM Sukri Sappewali.


Pada acara peresmian pembayaran Retribusi Non Tunai, Bupati AM Sukri Sappewali meyaksikan penandatanganan kerjasama antara Dinas Perdaganganan dan Perindustrian dengan Bank Sulselbar, serta menyaksikan simulasi pembayaran Retribusi Non Tunai tersebut. ( Is )

TerPopuler