-->

Senam Kebugaran Jasmani Jadikan Giat Bulanan Kepala Sekolah Di Ranupani

Suasana pelaksanaa Senam para Kepala Sekolah.

Globalnewsindonesia.com,- Lumajang,- Diiringi Hujan gerimis dipagi hari tidak menyurutkan semangat bagi  rombongan Kepala Sekolah TK dan SD  Se - Kecamatan Senduro untuk berangkat ke Ranupani guna melaksanakan giat senam kebugaran jasmani, Sabtu (29/08/2020).

Rombongan yang usia rata- rata hampir mendekati separuh abad lebih, masih mampu bersepeda motor nenempuh jarak 28 km dari kota Kecamatan Senduro dan 46 km dari kota Kabupaten Lumajang yang rute jalannya melewati hutan belantara kawasan hutan lindung Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Syamsul Arifin selaku Koordinator Pelayanan Pendidikan Kecamatan Senduro kelihatan kompak dan bersemangat, sejak dari start pemberangkatanya jam 06.50 dari SDN Senduro 01 sampai di Ranupani pukul 08.00 Wib.


Ajang senam kebugaran kepala sekolah Tk dan SD sekecamatan Senduro ini digelar dua kali setiap bulannya, dan tempatnya bergilir anjangsana dari satu lembaga ke lembaga yang lain, kata Cokro Wijoyo selaku ketua kelompok kerja kepala sekolah (K3S) kecamatan Senduro.

Tujuannya untuk memupuk kebersamaan, supaya faham medan, serta utamanya untuk menjaga kebugaran fisiknya , dikarenakan kepala sekolah adalah figur managerial yang dituntut enerjik , pemikiran cerdas penuh inovatif, lanjut Cokro Wijoyo

Jalur Senduro-Ranupani merupakan medan terberat di wilayah kecamatan Senduro, disamping melewati hutan belantara masih ditambah dengan kondisi jalan licin, selalu berkabut dan tanjakan, jadi bila kendaraan yang dipakai kurang sehat maka resiko gangguan pasti ada.

Seperti halnya tadi pagi, Santoso kepala sekokah SDN Kandangan 03, salah satu anggota rombongan harus balik kanan karena rantai sepedanya putus di Km 15.

Karena ada gangguan teknis kendaraannya terpaksa harus balik kanan untuk memperbaiki rantai yang putus, keluh Santoso, sambil membawa turun sepedanya.

Rombongan disambut hangat oleh Imam Choderi selaku kepala SDN Ranupani, yang langsung diajak jagongan dulu didepan perapian untuk menghangatkan tubuh yang mulai kedinginan di suhu yang agak ekstrem, Desa Ranupani merupakan dataran tinggi diwilayah barat Lumajang dengan ketinggian 2.000 DPL.

Jagongan seperti ini merupakan tradisi yang berlangsung sejak dulu di Ranupani merupakan adat kebiasaan warga Tengger yang terus dilestarikan, tutur Imam Choderi yang hampir 30 tahun lebih berdomisili di Desa Ranupani ini. (Tofik).