-->

Pelepasan Purna Tugas Insan Pendidikan Kecamatan Senduro

        
Globalnewsindonesia.com,- Lumajang,- Setiap perjuangan pasti ada titik akhirnya, begitupun pada pejuangan dari insan-insan pendidikan.

Begitupun pada hari ini untuk mengenang jasa dan perjuangan dari para pahlawan tanpa tanda jasa yang memasuki purna tugas, digelar acara Pelepasan Purna Tugas bagi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas, di Istana kuliner Lumajang,  Sabtu (22/08/2020).

Acara berlangsung dengan khidmat penuh keakraban, Sebanyak 23 yang purna tugas terdiri dari 17 orang guru, 6 kepala sekolah dan 2 pengawas SD.

Kata sambutan yang disampaikan oleh Syamsul Arifin selaku Koordinator Pelayanan Pendidikan Kecamatan Senduro cukup singkat yang intinya beliau mohon pamit serta mohon maaf atas nama pribadi dan keluarga karena sebentar lagi memasuki masa pensiun.

         Suasana pelepasan purna tugas

Sedangkan Sri Ngabekti guru yang sudah mengabdikan diri berjuang di dunia pendidikan selama 40 tahun, sebuah pengabdian yang luar biasa.
Alhamdulillah saya dapat mengabdi hingga masa pensiun , tetap sehat ini anugerah yang paling berharga bagi saya, tutur Sringabekti.

Momen yang dihadiri oleh seluruh kepala sekolah dasar, Taman kanak-kanak serta pengurus organisasi yang terkait di bidang pendidikan.

Ketua PAMIA ( Paguyuban Mitra Asih) Jaswadi selaku koordinator panitia penyelenggara menyampaikan banyak terimakasih pada semua pihak hingga terlaksananya acara ini serta mohon maaf kepada seluruh yang purna tugas apabila bisa memberikan tali asih kurang berkenan dihati.

Namun jangan dilihat dari nilai harganya, namun hendaknya dipandang sebagai sebuah penghormatan dan penghargaan, pungkas Jaswadi.

Apresiasi yang setinggi-tingginya pada para pahlawan  yang sudah mengabdikan diri pada bangsa dan negara yang rata-rata bertugas selama 40 tahun, kata Kangsan dari MP3 ( Masyarakat Peduli Pendidikan & Pariwisata). Sungguh pengabdian yang luar biasa.

Karena apa artinya kondisi bangsa ini tanpa adanya sosok guru yang mengawal kemajuan moral bangsa ini, lanjut kangsan. (Tofik).