-->

Tunjangan Anggota BPD Kabupaten Tuban Disumbangkan Untuk Kaum Dhuafa


GlobalNewsIndonesia.Com,- Tuban,-
Kisah inspiratif yang mulia oleh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur, diantaranya Desa Sawir Kecamatan Tambakboyo dan Desa Kenongosari Kecamatan Soko Kabupaten Tuban.

Mereka telah berkomitmen menyumbangkan semua tunjangannya selama menjabat sebagai BPD, untuk membantu warga miskin, yatim piatu, dan guru-guru TPQ yang ada diwilayahnya masing-masing Desa.

Dalam hal ini Ketua BPD Desa Sawir Bung Masruin, yang akrab disapa dengan Pak Baha' bersama tiga anggotanya, membagikan tunjangannya selama 6 bulan yang dirupakan beras, telur dan uang kepada masyarakat. Dimana  Pembagian bantuan tersebut dilaksanakan Senin (13/07/2020).

Dengan mengajak pemuda-pemuda Desa, tujuannya untuk mengajarkan kepada generasi penerus pentingnya kepedulian terhadap kaum Dhuafa dan para pendidik Agama, khususnya di tengah pandemi Covid-19, agar selalu menjaga nilai-nilai kepedulian sosial di Desa, hal ini lah yang selalu digaungkan oleh ketua BPD Desa Sawir kepada para pemuda untuk berpartisipasi dalam "Belajar Berdesa".

Selanjutnya ia pun menjelaskan bahwa "Belajar Berdesa itu bukan hanya belajar tentang Desa dan aturan-aturannya saja, tapi belajar mengenai bagaimana membangun kesejahteraan, kepedulian sosial & perekonomian di Desa," Tuturnya.


Inspirasi berdesa harus juga ditanamkan kepada para generasi yang akan datang, agar kelak Desa mempunyai pemimpin yang benar-benar mempedulikan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Desa, baik secara ekonomi maupun sosial. Oleh karena itu, pentingnya peran pemuda sebagai ujung tombak pembangunan di Desa", ujarnya.

Kegiatan yang bertemakan "Penguatan Tradisi Berdesa untuk Pemuda Desa" dengan dikemas pembagian sembako & santunan untuk kaum Dhuafa, berjalan lancar dan disambut baik oleh warga, meskipun terkadang ada warga yang protes dan mengira bahwa bantuan tersebut dari Pemerintah. "Mas, pirang-pirang tahun aku ra tau oleh bantuan teko Deso. Mung dino iki wae aku nembe oleh, eh mbok yo o,. wong cilik-cilik iki diperhatikan". (Mas, sudah beberapa tahun saya tidak mendapatkan bantuan dari Desa. Baru kali ini saya mendapatkan bantuan, eh ya sekali-kali rakyat kecil ini diperhatikan) ujar salah satu warga.

Meskipun mendapatkan protes, pak Baha' hanya melempar senyum dan memberitahu warga tersebut, bahwa bantuan ini bukan dari Desa, tapi dari dana pribadi.

Riswanto yang juga anggota BPD mengungkapkan perasaan syukurnya atas kepedulian pemuda yg turut membantu dalam kegiatan ini, meskipun masih sedikit yang ikut. "Keberadaan mereka juga sangat dibutuhkan untuk kegiatan selanjutnya.

Karena bantuan ini juga akan terus berlangsung di tahun tahun berikutnya selama kami menjadi BPD, dan semoga kelak pemuda-pemuda yang lain juga ikut bergabung bersama-sama," Ucapnya..

Sementara itu, ketua BPD Desa Kenongosari Kecamatan Soko bung Miftah yang juga salah satu Dosen di Universitas Bojonegoro, juga melakukan hal yang sama. Dia menyumbangkan seluruh tunjangan profesinya untuk membantu warga di Desanya. Hal ini dilakukan selama ia menjabat sebagai BPD dan akan terus dilakukan meskipun pandemi Covid 19 ini telah berakhir.

Masyarakat yang mendapatkan bantuan juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada BPD dan pemuda, dia berharap kegiatan sosial seperti ini agar terus dilakukan dan semoga menjadi inspirasi untuk pemuda yang lain dan semakin peduli dengan Desanya.

Belajar Berdesa, belajar peduli dengan kondisi dan permasalahan yang ada di Desa. Kemajuan Desa adalah kemajuan Negara, seperti ungkapan Bung Hatta “Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tetapi akan bercahaya karena lilin-lilin di Desa," Pungkasnya. (Ys/Ma)