Sudah Makan Korban, Masyarakat Minta Kolam Ditengah Taman Sicanang Segera Ditimbun -->
Jika Ditemukan Anggota GNI yang melakukan Intimidasi, pemerasan dan perbuatan tidak menyenangkan lainnya, segera laporkan ke Center Kami 0823 7323 2423,

Sudah Makan Korban, Masyarakat Minta Kolam Ditengah Taman Sicanang Segera Ditimbun

6/23/2020, 6/23/2020

GlobalNewsIndonesia.Com -Belawan; Menanggapi peristiwa Januar seorang anak berumur 13 tahun yang tenggelam dikolam yang berada ditengah taman yang berlokasi di belakang kantor lurah samping SMP N 26 Medan, Kelurahan sicanang, pada senin 22 juni 2020 kemarin.

Masyarakat Sicanang melalui LPM Sicanang dan FORMASI memintah pemerintah daerah dan pengelola taman, agar segera menimbun kolam tersebut, karena sudah meresahkan warga bahkan sudah memakan korban jiwa, (23/06/20).


Hariman siregar selaku ketua LPM Kelurahan Belawan Sicanang Meminta dan Menghimbau Pemerintah daerah, dan Pengelola taman agar menimbun kolam tersebut serta menghimbau masyarakat lebih mengawasi anak anaknya agar tidak pergi ke taman itu dulu selama kolam ditaman tersebut belum ditimbun.

"Atas kejadian kemarin Kami LPM Sicanang mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Januar, semoga keluarga tabah dlm menghadapi musibah ini.
Kami juga meminta kepada orangtua agar selalu memperhatikan anak anaknya dalam beraktivitas diluar rumah, dan untuk sementara menghindari kolam tersebut selama kolam belum ditimbun", Ucapnya.

Lanjut, Hariman juga Meminta kepada pemerintah kota medan atau Dinas Perkim agar segera menimbun kolam tersebut, "Kami minta Pemerintah timbun kolam tersebut, yang dalam pandangan kita kolam tersebut tidak ada fungsinya bahkan mengandung resiko keselamatan bagi warga sekitar. Dengan ditimbunnya kolam tersebut akan menambah manfaat arena bermain bagi anak-anak dan menambah estetika bagi kelurahan sicanang", Pintanya.

Sama halnya dengan yang diucap Togu Silaen selaku ketua LSM Forum Masyarakat Sicanang (FORMASI), meminta pengelola taman agar kiranya bersedia menimbun kolam tersebut, karena dianggap tidak berguna.

"Kami minta bagi pengelola taman agar bersedia menimbun taman tersebut, karena kami anggap fungsi kolam tersebut tidak jelas dan tidak berguna. Dan kami dari Formasi berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali." Ucapnya.


Togu juga menjelaskan "Taman tersebut dibangun pada tahun 2018 yang menghabiskan anggaran lebih kurang sekitaran Rp.27,4 Miliar dari program KOTAKU yang juga sekaligus pembangunan jalan lorong di beberapa lingkungan. Namun taman tersebut sudah tampak rusak dan tidak terurus", Jelasnya.

(Sam)

TerPopuler