Warga Ngotot Pecat Pemkab Pelajari Kasus Dugaan Kades Mesum -->

Warga Ngotot Pecat Pemkab Pelajari Kasus Dugaan Kades Mesum

3/12/2020, 3/12/2020


                GlobalnewsIndonesia.com;Lahat Sumsel – Kisruh permasalahan Dua oknum kades Dua desa yakni desa Air Puar ER dan HR kades Lesung Batu yang diduga telah berbuat mesum beberapa waktu lalu terus bergulir, warga yang tetap tidak terima atas ulah oknum kades tersebut berharap agar Pemkab Lahat segera mengambil langkah tegas untuk mencopot jabatan kades keda keduanya.
                Pantauan wartawan dilapangan dalam musyawarah yang dilakukan diOprom Pemkab Lahat Kamis (12/3) dengan dihadiri Sekda, Inspektorat, Camat dan tokoh Agama, Adat serta masyarakaat Dua desa  berlangsung alot, meskipun terus didesak untuk memecat Dua oknum kades tersebut Pemkab Lahat tetap akan mendengarkan keterangan dari berbagai pihak mengingat hasil penyelidikan pihak hukum kasus perselingkuhan tersebut tidak mencukupi bukti. Sehingga hasil musyarwarah akan dilaporkan kebupati Lahat Cik Ujang,SH untuk memutuskan keduanya layak atau tidak dipecat.
                Idasa Wakil ketua BPD Lesung Batu mengatakan, seluruh perangkat desa dan masyarakat telah melakukan musyawarah dan memang mengharap kan agar Pemkab Lahat segera memecat kades tersebut mengingat sebelumnya keduanya telah tertangkap basah oleh warga saat berada dirumah Ev (Kades Lesung Batu) sedang berduaan diatas pukul 22.00Wib sehingga menyalahi aturan adat istiadat.
                “Intinya kami ingin Kades Lesung batu dipecat karena tidak mencerminkan yang baik kepada masyarakat, dan perbuatan asusila tersebut telah tercium masyarakat desa sejak tahun 2018 dan diawal tahun 2020 kemarin baru terungkap,”ujarnya.
                Senada Guntur ketua BPD Air Puar menuturkan, saat ini warga desa sudah tidak mau lagi dipimpin oleh HR (Kades Air Puar) karena sudah kedapatan berbuat asusila disaat warga terkena bencana banjir, bahkan yang bersangkutan juga selama menjabat kades tidak pernah berbuat dan berprilaku sopan kepada masyarakat. “Dia (HR oknum Kades) red juga arogan, apalagi saat kasus ini bergulir dan dinyatakan tidak cukup bukti oleh pihak kepolisian sehingga bebas, HR semakin keras kepala sehinga membuat warga desa tidak tahan,”imbuhhya.
                Ketua Adat masyarakat kabupaten Lahat H Zawawi Kadir menjelaskan, ada aturan tersendiri mengenai adat istiadat yang diberlakukan disetiap daerah mulai dari desa maupun perkotaan, namun jika ada masyrakat yang bertamu hingga larut malam dan bukan melalui pintu masuk jelas melanggar adat dan aturan ditempat tersebut, namun terkait berbuat asusila atau tidak itu dibuktikan oleh masyarakat dan diperkuat para saksi dan dipertegas oleh pihak hukum.
                “Jika ada adat istiadat yang dilanggar jelas itu pelanggaran adat namun tetap kembali kepada desa masing-masing karena masalah adat istiadat setiap daerah pasti berbeda. Dan proses hukum pelanggaran adat juga berbeda dengan aturan yang berlaku dalam undang-undang,”tukasnya.
                Sementara itu Sekda Lahat Januarsyah Hambali,MM didampingi kepala Inspektorat mengungkap kan, pihaknya sudah menerima dan mempelajari tuntutan warga Dua desa yakni Air puar dan Lesung batu, namun untuk memutuskan melakukan pemecatan masih akan meminta saran pendapat banyak pihak mulai dari tokoh masyarakat, adat dan ulama. Apalagi, dari hasil pemeriksaan pihak Kepolisian atas kasus dugaan berbuat asusila keduanya (HR & ER) tidak mencukupi bukti meskipun digerebek oleh warga.
                “Jika keduanya melanggar adat kami akan mendengar saran pendapat dari tetua adat apakah benar ada unsur yang dilangggar keduanya, hasil pertemuan dan saran pendapat kali ini akan disampaikan kebupati Lahat apakah layak HR dan ER dipecat,”jelasnya.(Par)

TerPopuler