Antisipasi Bentrok Meluas Kapolres Lahat Imbau Warga Tahan Diri -->
Global News Indonesia Menerima Tulisan dan Artikel, Kegiatan Komunitas, Sosial, Opini, Informasi Donasi Rumah Ibadah dan Panti Asuhan, dll | Global News Indonesia juga membuka Kesempatan untuk Biro & Jurnalis Muda diseluruh Indonesia, | Jurnalis GNI dibekali Identitas dan surat Tugas, Informasi dan Pengaduan di Center 0823-7323-2423

Antisipasi Bentrok Meluas Kapolres Lahat Imbau Warga Tahan Diri

3/21/2020, 3/21/2020

GlobalnewsIndonesia.com;Lahat Sumsel - Sengketa lahan antara pihak pekerja PT. Arta Prigel tadi siang sekira pukul 10.15 WIB dengan warga desa Pagar Batu timbulkan korban luka dan meninggal dunia. Lima warga mengalami luka tusuk, dua harus kehilangan nyawa sementara tiga lainya yang terlibat insiden berdarah tersebut selamat walau sempat menjalani perawatan medis.

Informasi terangkum, bermula saat pekerja PT. Arta Prigel didampingi security perusahaan sedang melaksanakan aktifitas bekerja seperti biasanya didatangi puluhan warga yang berjumlah kurang lebih 60 orang melengkapi diri dengan senjata tajam, tombak dan parang. Kedatangan warga ini bermaksud melarang pekerja untuk beraktifitas di lahan yang diklaim milik warga berdomisili di desa Pagar Batu, kecamatan Pulau Pinang, kabupaten Lahat.


Pengusiran kepada pekerja sempat dilakukan puluhan warga, menghindari hal-hal yang tak diinginkan security menarik pekerja untuk pindah ke lokasi kerja lainnya yang ternyata masih masuk di lokasi lahan klaim warga. Pengusiran kedua kalinya kembali terjadi, warga semakin beringas hingga terjadi pengejaran pada pihak pekerja dan security.

Pekerja bersama security awalnya mampu menghindar dan berhasil masuk ke dalam mobil. Namun, warga bukan redah emosinya malah bertambah ganas mengejar dan melempari pekerja yang saat itu sudah di dalam mobil.

Puncaknya, saat kendaraan yang ditumpangi pekerja dan security sudah terkepung dan tersudut bentrok tak bisa dihindari. Pada insiden tersebut, satu security mengalami luka bocor dikepala diduga akibat lemparan benda tumpul, sementara empat orang dari warga desa mengalami luka tikaman senjata tajam yang berujung dilarikan ke rumah sakit umum Lahat karena mengalami luka serius.

Empat warga yang dilarikan yang diketahui bernama Sumarlin (38) masih menjalani perawatan, Lion Agustin (35) usai menjalani perawatan sudah diperbolehkan pulang, sementara korban Suryadi (40) dan Putra (35) meninggal dunia di rumah sakit karena kehabisan darah akibat luka tusuk yang cukup serius.

Kapolres Lahat AKBP Irwansyah SIK, MH, CLA dihubungi via telpon membenarkan informasi dimaksud. Dijelaskan Kapolres, ada lima korban luka pada insiden kejadian tersebut.

“Ada lima korban luka, empat dari pihak warga desa Lesung Batu satu lagi dari pihak pekerja,”kata Irwansyah.

Dijelaskan Irwansyah, kejadian bermula saat pekerja PT. Artha Prigel sedang melakukan rutinitas bekerja seperti biasa, tiba-tiba didatangi massa yang berjumlah puluhan orang dengan membawa sajam, golok dan tombak yang terbuat dari kayu mengusir pekerja. Hingga akhirnya, warga melakukan penyerangan pada pekerja yang saat itu sudah berusaha menghindar.

“Sempat terjadi dua kali pengusiran dan larangan pada pekerja agar tidak melakukan aktifitas bekerja. Ada sekitar kurang lebih 60 warga yang menghampiri pekerja saat itu dengan senjata tajam, namun bentrok tak bisa dihindari karena pekerja yang sudah naik ke mobil dikepung dan dihakimi, disinilah insiden tersebut terjadi,”ujar Kapolres.

Terkait kejadian ini, dikatakan Kapores dirinya sudah memerintahkan Kasat reskrim untuk segera melakukan pemeriksaan di TKP dan mengumpulkan saksi-saksi guna kepentingan proses penyelidikan.

“Belum ada yang ditetapkan tersangka, Kasat Reskrim sedang melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian untuk kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut,”tukasnya.

Selanjutnya, Irwansyah menghimbau agar semua pihak menahan diri, permasalahan yang terjadi juga diproses penyelesaian di pihak pemerintah daerah kabupaten Lahat.

“Saya menghimbau, intinya agar semua menahan diri. Permasalahan ini juga diproses penyelesaian dari pihak pemerintah daerah. Jadi sambil menunggu penuntasan jangan sampai ada yang melalukan pemortalan jalan, silahkan semua beraktifitas dan jangan saling mengganggu,”pungkasnya.(Arm)

TerPopuler