-->

Petani Jagung Keluhkan Serangan Ulat FAW, PPL Kel.Onto Lakukan Monitoring dan Penanganan



GlobalNewsindonesia.com-Bantaeng; Penyuluh Dinas pertanian PPL Kelurahan Onto Kabupaten Bantaeng Monitoring dan penanganan hama ulat grayak (FAW) yang kini dihebohkan masyarakat petani Jagung di Kel.Onto dan Desa Kayu loe, Kabupaten Bantaeng, Sulsel.

Menangapi keluhan warga sekitar, Irsan Sarif selaku PPL wilayah kel.Onto tidak tinggal diam dalam upaya mengamankan produksi jagung dari serangan ulat grayak yang kini mewabah.

Menurut Irsan Sarif dirinya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi dan monitoring bersama teman-teman PPL ke kelompok tani dan masyarakat diwilayah binaanya.
Salah satunya dikebun H.Sallatu Kampung Beru kel.Onto 09 januari 2020.

"Ulat Grayak atau (FAW) nama latinnya Spodoptera frugiperda atau fall army worm merupakan hama invasif. dan sudah menyerang tanaman jagung pada beberapa negara di dunia," ujar Sarif saat di jumpai Awak media GNI di salah satu warkop di Kabupaten Bantaeng selasa (21/01/2020)


Bahkan iya menuturkan hama ini sudah menyebar di beberapa negara termasuk indonesaia dan kini sudah masuk dikabupaten Bantaeng, dan ini bisa berpotensi pindah pada tanaman padi

“Jadi kita jangan main-main dengan ancaman hama ini. Bahkan, hama ini dapat menyebabkan kehilangan hasil pada produksi jagung yang cukup sebesar kalau tidak bisa di antisipasi dengan cepat dan tepat, serta akurat.

"Masyarakat harus tahu bagaimana ciri-ciri gejala serangan hama ulat grayak FAW (ulat tentara sebutan masyarakat lokal-red) yang menyerang tanaman jagung," ucapnya.

Pada awalnya, larva S. frugiperda memakan lapisan epidermis daun. Pada serangan lanjutan, larva S. frugiperda memakan daun jagung hingga ke pucuk tanaman yang menimbulkan lubang-lubang pada daun.

Selanjutnya pada tingkat serangan yang tinggi, kita dapat menemukan kotoran dari larva pada tanaman jagung seperti serbuk gergaji”, jelas Sarif

“Selain menyerang daun, larva S. frugiperda juga dapat menyerang tongkol jagung. Sedangkan hasil pemantauan di lapangan, pada tanaman jagung persawahan, serangan S. frugiperda lebih banyak ditemukan pada tanaman jagung yang masih muda dibandingkan dengan tanaman jagung yang sudah memasuki fase generatif," terangnya.

Langkah yang perlu kita lakukan pada tingkat serangan tinggi maka lakukan pengendalian kimiawi dengan insektisida. Tapi ingat, secara bijaksana dan hindari penggunaan berspektrum luas. Aplikasi insektisida ini diberikan di pucuk tanaman jagung karena larva S. frugiperda umumnya ditemukan di sekitar pucuk tanaman jagung.

Kalau untuk sementara kita coba di wilayah di Kelurahan Onto, dilakukan pengendalian dengan racun MeUrtiul tapi bukan bantuan dari dinas pertanian".punkasnya

Penulis: Abm

Side Ads

loading...