-->

Direktur CV. Wae Ces Murni Diduga Tidak Penuhi Upah Pekerja dan Kewajiban Kepada Mitra


GlobalNewsindonesia.com-Manggarai Timur;  CV Wae Ces Murni , yang mengerjakan Proyek Jalan Lapen Mawe - Lawir - Wae Togong diduga Tidak penuhi dalam membayar Upah Para Pekerja.

Pekerja Proyek Jalan itu mengaku belum mendapat Upah Kerja, di kabarkan Pemilik CV Atas Nama  Nong  Natong tidak memenuhi janjinya , sementara Upah para Pekerja belum di bayar.

Laurens Asong, salah Satu Pekerja, Kepada GlobalNewsIndonesia.com,  Kamis , 23 / 1 / 2020, menuturkan, "Saya bersama Istri Teresia Iwa, belum terima Upah pak", Saya sudah bekerja  selama 26 Hari , Istri Sudah bekerja selama 30 Hari".

Pemilik CV pernah menjanjikan , Upah Kami akan di bayar Bulan Desember sebelum Natal dan paling lambat sebelum Tahun Baru , tetapi sampai saat ini mereka belum membayar upah kami , sampai sekarang Saya dan Istri Teresia Iwa belum di bayar, sementara pemilik Proyek tidak tau rimbanya.

Asong menambahkan , di perkirkan 25 orang dari Kelompok Pekerja yang belum di bayar ,  dan rata rata di dominasi oleh para Pekerja Perempuan.

John Paro Salaah satu Mitra kerja  dari CV Wae Ces Murni  Kepada , GlobalNewsIndonesia.com , Rabu , 22 / 1 /2019 , mengaku sebagai salah Satu Mitra Kerja penyedia Material dan Kendaraan pengangkut Material .

John menuturkan saya salah Satu Mitra penyedia Material dan Pemilik Kendaraan yang di pakai selama Proyek berjalan oleh CV.Wae Ces Murni, Untuk Pihak Manajemen Saya mengharapkan etikad baiknya dan segera memenuhi kewajibannya kepada saya. Tutur John

Proyek Lapen Mawe - Lawir -  Wae Togong ini patut di pertanyakan oleh semua pihak, apakah pengerjaannya sudah sesuai SPK atau tidak . Tertulis di papan Proyek , Paket Pekerjaan , Peningkatan Jalan Mawe - Lawir - Wae Togong. Faktanya, Proyek yang di kerjakan hanya di mulai dari Topak ke Wae Togong. Di manakah bagian Jalan yang di kerjakan oleh CV.Wae Ces Murni , dari Mawe Sampai Lawir.

 Saat Awak media GlobalNewsIndonesia.com,  memantau Lokasi , Kamis , 23/1/2020, terlihat proyek ini di kerjakan asal asalan saja dan  konfirmasi dengan Pihak CV, tidak ada respon

Ada Empat Deker yang bermasalaah , di mana Deker di buat bukan lagi berbentuk Deker tetapi di buat seperti got , dan Satu Deker lagi sudah di genangi Lumpur dan susah untuk di lewati para pengendara bermotor.kualitas Jalan juga sungguh memperihatinkan.

Proyek dengan Pagu Dana 1.500.045.000,- sangat mencengangkan , jika di amati dari hasil Fisik Proyek yang tidak berkualitas , jika di sandingkan dengan Pagu yang begitu besar.

Masyarakat Kecamatan poco Ranaka Timur  mengharapkan Dinas PUPR , Dinas Inspektorat bersama DPRD Kab Manggarai Timur untuk turun periksa terkait proyek Jalan yang terkesan di kerjakan tidak sesuai sfesifikasi. (*) WENSISLAUS

Side Ads

loading...