Akibat Pupuk Mahal dan Langka Petani di Desa Kayu loe Beralih Tanam Kangkung -->
Global News Indonesia Menerima Tulisan dan Artikel, Kegiatan Komunitas, Sosial, Opini, Informasi Donasi Rumah Ibadah dan Panti Asuhan, dll | Global News Indonesia juga membuka Kesempatan untuk Biro & Jurnalis Muda diseluruh Indonesia, | Jurnalis GNI dibekali Identitas dan surat Tugas, Informasi dan Pengaduan di Center 0823-7323-2423 Hosting Unlimited Indonesia

Akibat Pupuk Mahal dan Langka Petani di Desa Kayu loe Beralih Tanam Kangkung

1/19/2020, 1/19/2020

GlobalNewsindonesia.com-Bantaeng; Akibat pupuk langka dan mahal salah satu petani di Desa kayu loe memilih menanam kangkung.

Herman (39) warga kampung kayangan Kel.Bonto Atu Kabupaten Bantaeng minggu  (19/01/2020) ditemui awak media GNI memilih tanam kangkung karana pupuk ahir-ahir ini mahal dan langka

Menurutnya selain bibit yang murah, umur tanaman kangkung juga relatif cepat sekitar 4 sampai 6 minggu setelah tanam dan perawatanya,pun tidak begitu rumit dan hanya memerlukan pupuk organik (kandang) dan Air yang cukup walapun pada dasar tanaman kangkung juga memerlukan pupuk.

"Harga bibit 40 ribu/1 kg selain murah umurnya panenya sekitar 30 hari ditambah permintaan di pasar cukup tinggi, saya kira tanaman kangkung adalah peluang bisnis yang perlu di coba petani untuk membudidayakan tanaman kangkung"ungkapnya

Dirinya mengaku bukan asli penduduk Desa kayu loe hanya saja mertuanya memiliki sebidang tanah di Desa tersebut, dimana Desa kayu loe yang memiliki iklim yang cocok untuk membudidayakan berbagai jenis tanaman hortikultura termasuk kangkung yang terkenal dengan nama latin ipomoea sp, yang memiliki berbagai varietas.

Tak hanya kangkung dirinya juga mengaku menanam jagung dan bawang merah, namun dari hasil analisanya dirinya mengaku tertarik untuk membudidayakan tanaman kangkung tersebut.

Dari hasil budidaya tanaman kangkung,nya Herman mengaku mendapat keuntungan dari modal 40/kg ribu dan bisa meraut untung sekitar 500 ribu dalam waktu 1 bulan

"Mulanya diberi sarang sama Abdul Maris ketua kelopok Tani di desa ini, jadi saya coba ternyata ada hasil yang memuaskan, kini saya sudah menanam 10/kg muda-mudahan petani juga bisa menjadikan tanaman ini sebagai alternatif dalam menghadapi masalah kelangkaan pupuk"pungkasnya

Penulis : Abm

TerPopuler