Peduli Budaya Dan Kearifan Lokal, Andi Yusdanar Hakim, Bumingka Budaya Patonro -->

Peduli Budaya Dan Kearifan Lokal, Andi Yusdanar Hakim, Bumingka Budaya Patonro

1/17/2022, 1/17/2022


GlobalNewsIndonesia.com-Bantaeng Berjuluk Butta Toa, Bantaeng kaya akan budaya dan kearifan lokal, sayang Saat ini lembaga atau pemerhati budaya kini semakin langkah.


Hal ini membuat banyak ciri khas daerah yang berubah dan tergerus arus modernisasi, salah satu contoh" tutup kepala Pasapu bak mahkota kerajaan yang Menjadi tradisional khas Makassar 


Jauh sebelumnya Kel.Onto merupakan salah satu kampung yang memiliki bukti sejarah kejayaan Raja Bantaeng yang memiliki ciri khasnya dengan Pasapu 


Namun seiring berjalanannya waktu, Pasapu atau patonro kini hanya digunakan dalam upacara-upacara adat, perlengkapan tarian tradisional, dan dikenakan saat menyambut tamu yang datang dari jauh.


Bahkan ketika memperingati HUT hari jadi Bantaeng banyak yang memakai Songko recca Khas suku bugis padahal ciri khas daerah kita adalah Pasapu.


Peduli dengan hal ini, Andi Yusdanar Hakim, kembali akan membumikan tradisi gemar memakai Pasapu, dengan melibatkan pemuda dari Kel.Onto yang masih menjunjung tinggi kearifan lokal dikabupaten Bantaeng.


Selain itu, Yusdanar Hakim mengaku akan menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian budaya dikabupaten Bantaeng


"Kami akan membentuk yayasan peduli sosial kebudayaan Butta Toa dengan melibatkan pemuda dan masyarakat pemerhati budaya, sebagai wadah untuk berkreativitas meningkatkan kecintaan terhadap kemajuan Daerah"ungkapnya dihadapan awak media Senin, (17/01/22)


Sementara itu, Arif salah satu Pemuda dari kelurahan Onto mengaku bahwa, lambang Pasapu bukan semata-mata hiasan kepala semata namun mempunyai makna dikalangan raja Bantaeng (karaeng Bantaeng-red)


"Untuk tutup kepala Patonro ini harus berdiri dengan baik. Jika berdiri tegak itu pertanda wilayah kerajaan aman dan jika miring ke kiri itu pertanda dalam keadaan darurat, selai itu menjadi simbol kejantanan, Seperti halnya Pasapu yang dikenakan di kalangan raja-raja terdahulu, seperti halnya dengan Sultan Hasanuddin yang bergelar ayam jantan dari timur"pungkasnya

TerPopuler