Kepala BPP Kec.Eremerasa Terapkan Sistem GAP Pada Tanaman Cabai -->

Iklan Semua Halaman

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia Jika ada yang mendapat intimitasi atau tindakan tidak menyenangkan lainnya dari anggota GNI, silahkan lapor ke center 0823-7323-2423, untuk pengiriman berita kegiatan kampus, sekolah , sosial kemasyarakatan, lainnya silahkan di nomor center kami

Kepala BPP Kec.Eremerasa Terapkan Sistem GAP Pada Tanaman Cabai

KIM(Kelompok Informasi Masyarakat) Kayu Loe
9/14/2021



GlobalNewsindonesia.com-Bantaeng, -Dimasa Pandemi saat ini, Subsektor hortikultura banyak dikembangakan oleh petani. Tanaman horti akan mampu berkembang pesat tentunya dengan tatakelolah yang baik disertai kewirausahan.


Hali ini yang dilakukan oleh kepala BPP Kec.Eremerasa Kabupaten Bantaeng yang menhadirkan demplot tanaman cabai 


Menurut, Alwi S.Pt demonstrasi plot (demplot) adalah salah satu metode penyuluhan yang sifatnya langsung bisa dilihat petani. 


Tujuanya agar bisa menarik minat petani bahwa seperti inilah teknis budidaya cabai yang baik dan benar agar produksi dan perbaikan ekonomi masyarakat bisa meningkat.


Selain itu dikatakanya demplot ini bersifat umum juga merupakan proses pembelajaran bagi petani dan pelaku usaha, dan dinamis sesuai perkembangan teknologi yang ada di wilayah kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng.




"Saat ini sudah banyak petani yang datang untuk belajar dan menganalisa perbadingan dengan sistem yang mereka lakukan sebelumnya"urai Alwi saat ditemui awak media selasa,(14/9/21)


Dengan melibatkan Peyuluh Pertanian, lahan milik BPP dimanfaakan untuk demplot cabai serta berbagai jenis tanaman, selain wadah menerapkan ilmu juga bernilai ekonomi bagi teman-teman PPL yang ada diwilayah Kecamatan Eremerasa 


Budidaya tanaman cabai besar dan kriting dilakukan dengan mengunakan sistem Good Agricultural Practices (GAP) merupakan penerapan budidaya yang memberikan hasil selaras dengan komponen-komponen pendukungnya.


"Intinya Prinsip GAP adalah bersifat umum, merupakan proses pembelajaran bagi petani dan pelaku usaha, dan dinamis sesuai perkembangan teknologi."pungkasnya


Kegiatan ini juga melibatkan pengamat organisme pengganggu tanaman POT dan juga pengawas benih bersama tim BPP Kecamatan Eremerasa.(*)