Kelompok 3 KPM DEMA FST Menyerahkan Tempat Sampah Kepada Desa Mude Benara -->

Iklan Semua Halaman

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia Jika ada yang mendapat intimidasi atau tindakan tidak menyenangkan lainnya dari anggota GNI, silahkan lapor ke center 0823-7323-2423, untuk pengiriman berita kegiatan kampus, sekolah , sosial kemasyarakatan, lainnya silahkan di nomor center kami

Kelompok 3 KPM DEMA FST Menyerahkan Tempat Sampah Kepada Desa Mude Benara

8/23/2021

 


Globalnewsindonesia.com,- Bener Meriah - Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM-TEMATIK) Berbasis Bakti Sosial Uin Ar-Raniry Kelompok 3 Desa Mude Benara menggelar sebuah kegiatan berjudul “ Sosialisasi Pengelolaan Limbah berbasis 3R (Reuse, Reduce, Recycle dan penyerahan Tempat Sampah Pemilihan)” yang bertempat di Pintu Ruang Desa Mude Benara.


Dalam sosialisasi ini diikuti oleh ibu - ibu PKK, tidak ketinggalan hadir pula Perangkat desa dan Kepala Desa Mude Benara. Sosialisasi ini disambut baik oleh para peserta karena hal ini selaras dengan keinginan masyarakat dalam pengelolaan sampah didesa (23/08/2021).


Farid Agustira Selaku Narasumber pada kegitan ini, memberikan poin penting tentang pemanfaatan limbah sampah. Sebelum pemateri memaparkan tentang pengelolaan limbah sebagi materi pokok dalam sosialisasi ini, narasumber menyampaikan tentang macam - macam dan cara pemilihan melalui tempat sampah yang di berikan juga kepada desa, yang diterima langsung oleh Reje (Kepala desa) Mude Benara. 


" Tempat sampah ini terdapat 3 pemilihan seperti sampah organik, anorganik dan juga B3. Semoga kedepannya bisa dilanjutkan oleh desa ini untuk di perbanyak," Tegasnya farid. 


Lebih lanjut, Dilihat dari diagram Kementerian Lingkungan Hidup, sumber sampah terbesar berasal dari rumah tangga yaitu dengan prasentase 45%. 


Pergeseran dari era orde lama ke orde baru tidak hanya terjadi pada dunia perpolitikan tetapi juga terjadi pada Paradigma Pengelolaan Sampah.


Adapun Paradigma Pengelolaan sampah orde lama adalah sampah - kumpul - angkut - buang, sedangkan Paradigma Pengelolaan Sampah Orde Baru adalah Reuse – Reduce – Recycle – Residu – Angkut – TPS. 


Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang bisa digunakan, seperti menggunakan botol isi ulang. Reduce adalah mengurangi sampah yaitu salah satunya dengan cara tidak menggunakan plastik dalam berbelanja tetapi menggunakan tas. Recycle merupakan mendaur ulang barang yang bisa didaur ulang. 


“Dari segi estetika jika banyak sampah dilingkungan kita maka tidak enak dipandang dan akan mencemari lingkungan,” Lanjut farid. 


Pesan dari farid sebagai Narasumber " mari laksanakan segera, Dari Hal Yang Mudah, Dari Diri Sendiri, Mulai Dari Sekarang". 


Diakhir dalam kegiatan ini dilakukan demonstrasi atau praktik pemanfaatan limbah sampah menjadi bahan yang bernilai ekonomis dan estetis. 


Acara ini semakin meriah dengan semangat dan antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta dengan banyak nya pertanyaan dari peserta sosialisasi yang berhadir. 


Di akhir acara, farid menyerahkan Tempat Pilah Sampah berbasis, Tempat Sampah 3 Jenis kepada Bapak Kepala Desa untuk dilanjutkan Tempat Pilih Sampah ini. (Rijky M)