Program Kotaku Banyuasin Genjot Pembangunan Sarana Jalan Cor Bertiang -->
Clickadu
Ingin Mengirimkan Tulisan Kegiatan Apapun di GLobalnewsindonesia.com, dinomor center Kami 0823 7323 2423,

Program Kotaku Banyuasin Genjot Pembangunan Sarana Jalan Cor Bertiang

7/18/2021, 7/18/2021

 


Globalnewsindonesia.com, - Banyuasin Sumsel,  Program Kota Tanpa Kumuh ( KOTAKU) yang meliputi pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan kumuh serta peningkatan penghidupan berkelanjutan memerlukan proses tata kelola yang baik, yang salah satunya adalah menjamin terlaksanakannya aspek transparansi dan akuntabilitas.


Program kotaku (kota tanpa kumuh) di Desa Kenten Laut Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin genjot Pembangunan jalan cor bertiang salah satu program (dari 19 item kegiatan pekerjaan yang ada) di desa Kenten laut terdiri dari 9 rt (rt 5, 10, 11, 12, 13, 15, 16, 17 dan 20) adapun proyek pengerjaan terdiri dari drainase, jalan cor bertiang dan jalan andesit.


Ketua Kelompok swadaya masyarakat (KSM) cakrawala Gunawan saat ditemui awak media diposko, Sabtu (17/07/21).


"Pembangunan jembatan cor bertiang ini memang kita genjot dalam penyelesaiannya karena menghubungkan 4 rt (06, 39, 5 dan 7), jalan ini menjadi jalan utama masyarakat di empat rt ini dalam aktifitas sehari-hari," ujarnya.


Desa Kenten laut sudah kedua kali dalam mendapat program kotaku yaitu pada tahun 2020 dan 2021. Sebagaimana disampaikan oleh asisten koordinator kota (Askot) mandiri program kota tanpa kumuh (kotaku) kabupaten Banyuasin Rachmat Gunarto, SP, MSi,.


"Alhamdulillah tahun ini bisa dibilang progresnya cukup lancar khusus Desa Kenten Laut sesuai anggaran yang sudah di cairkan ke lembaga LKM sebesar 70% atau 700 juta dari alokasi satu milyar sudah direalisasikan sembilan titik rt, insyaallah dalam satu atau dua minggu kedepan akan memproses pencairan termin kedua yang 30% atau 300 juta," katanya.


Ditemui dilokasi pengerjaan jalan cor bertiang sebagai koordinator LKM Robi mengatakan.


"Pembangunan jalan cor bertiang kita menyesuaikan keadaan alam karena diatas sungai jemuran yang pasang surut sehingga terkendala dalam membangun pancang jembatan, progres sekarang sudah 70% dengan panjang jembatan 30 meter dan lebar 2,5 meter target penyelesaian satu bulan tapi terkendala alam jadi 1,5 bulan," pungkasnya. (AHer)

TerPopuler