-->

Viral Oknum Kades Kaloling Diduga Aniaya PNS Gegara Warisan


Foto: Rahmawati saat dikompirmasih rekan media dikediamanya, jln Bungun Barania kel. Pallantikang Senin,(14/9/20)

GlobalNewsIndonesia.com-Bantaeng, -Miris seorang kepala desa diduga Aniaya perempuan yang kini viral beredar di media sosial facebook dan bebrapa grup watsApp di Kabupaten Bantaeng Sul-sel

Di ketahui kejadian itu menimpa seorang perempuan bernama Rahmawati, (47) yang tinggal di jln Bungun Barania kel. Pallantikang berstatus PNS di Dinas BKKBN Kabupaten Bantaeng Sul-Sel.

Ia mengaku mendapat tidak kekerasan oleh, AR di kantor Desa Kaloling kec.Gantarang keke, Senin (14/9/20) sekitar pukul 11.00 wit.

Inilah wajah pemerintahan desa kaloling sekarang pemerintah bertangan besi tidak pandang bulu seorang perempuan jadi korban penganiayaan oleh kepala desa kaloling"tulis di salah satu akun fecebook
Dimana penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh oknum (kades) Desa Kaloling yang mengakibatkan Rahmawati mengalami beberapa luka memar dibagian tangan dan muka akibat tamparan sang kades, aku Rahma saat di temui awak media dikediamannya.

Menurut, Rahma kejadian itu bermula saat dirinya mengetahui bahwa sebidang tanah warisan almarhum (Rabang) ayahnya telah dijual oleh Kakak,nya yang terletak dikampung Kaloling Desa Kaloling dimana tanah tersebut diketahui dibeli oleh oknum sang kades.

Mengetahaui hal tersebut Rahmawati meminta penjelasan sang kades karna tanah tersebut tanah warisan bukan gono gini dirinya mengaku tidak mengetahui bahawa tanah tersebut sudah digadai oleh sang kakak dan sudah mengalami perubahan dengan program jalan tani yang dibangun oleh, AR (Kades) Desa Kaloling."jelas Rahma

Lanjut kata Ramhawati dirinya lantas berharap agar kepala desa memediasia hal tersebut, sehingga dirinya di telpon oleh, AR (Kades) untuk datang dikatornya

"Tabe pak desa tanah ini tanah warisan bukan gono gini kenapa tidak ada penyampian kepada saya ucap Rahma kepada kades, selanjutnya saya diundang untuk datang dikatornya pada hari senin,(14/9/20) dengan harapan di mediasi.

Namun nahas bukannya dimediasi malah oknum sang kades tak merespon kehadiran Rahma, yang berbalik keruangannya dilantai 2," kata Rahma

Merasah gerah karna lama, menuggu diruang tamu, Rahmawati mengaku emosi dan terjadilah adu mulut yang disertai kata kata tak pantas (sensor) yang membuat sang kades naik pitam hinga terjadi tidak kekerasan berupa dorongan dan tamparan.

Rahmawati mengaku sempat melakukan perlawanan namun direlai oleh staf Desa yang ada pada saat kejadian tersebut.

"Saya sempat melawan dan melakukan pukulan balas kepada AR (kades) Kaloling "ujarnya

Akibat penganiayaan yang dialaminya Rahamawati mengaku sudah melakukan visum dan melaporakan kejadian tersebut kepihak Polres Bantaeng dengan bukti laporan: LP/ 234/IX/ 2020/SPKT/14 september 2020, agar oknum Kades diproses sesui hukum yang berlaku.

Di kompirmasih terpisah Kepala Desa Kaloling Kecamatan Gantarangkeke, AR saat dihubungi melalui selulernya, bahawa sebenarnya ibu Rahma yang datang di Kantor Desa Kaloling mempertanyakan terkait tanah Warisan orang tuanya, dan minta untuk di mediasai

"pada saat itu Rahma datang ke Kantor Desa Kaloling dengan tujuan ingin bertemu H.Odang, Saudaranya namun gagal karena H.Odang saat itu berada di Kabupaten Bulukkumba

Tanah tersebut rencana dijual H.Odang untuk menutupi pinjaman Rahmawati sendiri dan rencana saya mau beli namun Rahmawati sepertinya ingin menguasai dan tak menerima penjelasan saya, sehingga terjadi kesalah pahaman hingga terjadi adu mulut denga kata kotor (sensor) sambil memukul,

Kades Abdul Rahman merasa dipermalukan karna mendapat perlakuan tidak pantas dan mengalami bekas cakar yang dilakukan Ibu Rahmawati di kantornya dan disaksikan oleh stafnya

 “saya mengalami luka cakar bagian pipi dan bagian lengan,  dan saya sudah lapor balik hal ini ke polsek Pa'jukukang dengan Bukti laporan :SPTL/55/IX/2020/SUL-SEL/BTG/SEK.PJK pada hari yang sama"pungkasnya