-->

Guna Tertib Adminduk Bupati Cianjur Lakukan MOU Bersama PT. Pos Indonesia


GlobalNewsIndonesia.- CIANJUR -Bupati Cianjur H. Herman melaksanakan MoU bersama PT. Pos Indonesia dalam hal upaya tertib adminduk pada Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
Selain itu salah satu tujuan mengakselerasikan pelayanan prima serta untuk pengiriman dokumen hasil pelayanan online melalui aplikasi Simplaku.

Acara penandatanganan MoU  dilaksanakan di halaman Kantor Pos oleh Bupati Cianjur H. Herman Suherman dengan kepala PT. Pos Indonesia Cianjur Lina Herlina, yang didampingi kepala regional 5, Hj. Heli Siti Halimah, dan Kadisdukcapil Munajat. Selasa (04/08/20).

"Kini dokumen adminduk hasil pelayanan melalui aplikasi simplaku.cianjurkab.go.id seperti KK, KTP, Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak, Surat Pindah, Akta Perkawinan, Akta Kematian dan lainnya dikirim melalui PT. Pos Indonesia,"Jelas Herman Suherman.

Iya menambahkan dengan adanya kerjasama ini, otomatis masyarakat tidak perlu datang ke kantor Disduk, masyarakat hanya perlu menunggu dirumah karena dokumen yang telah diterbitkan oleh Dukcapil akan dikirimkan ke alamat masing-masing melalui PT. Pos Indonesia.

Apalagi disituasi pandemi, saya berharap masyarakat bisa sangat terbantu dengan adanya mekanisme seperti ini, sehingga jika akan melakukan pengurusan dokumen adminduk kami memberikan solusi dengan menggunakan jasa pos.

Untuk yang tidak memliki alat  disarankan untuk bisa menghubungi RWRT, perangkat Desa atau Kecamatan.

"Nanti Perangkat Desa akan memfasilitasi alat untuk membantu khusus masyarakat yang tidak memiliki alat/Handphone,"Tegas Herman.

Lebih jauhnya Bupati Cianjur H. Herman Suherman menjelaskan agar warga Cianjur  tidak perlu lagi datang ke Disdukcapil, cukup lewat handphone dan kantor pos antar hasilnya ke rumah langsung,.

Sementara Kepala PT. Pos Cianjur Lina Marlina menjelaskan, pihaknya melaksanakan kerjasama bersama Pemkab. Cianjur sebagai bentuk dukungan program pelayanan pemkab. Cianjur.

"Sekitar 300 sampai 400  KTP sehari diantar langsung ke rumah secara door to door pada  pemilik identitas karena tidak boleh diwakilkan," Kata Lina. (Yn)