-->

PPM Bulukumba Minta Kapolres Usut Tuntas Kasus Meminggalnya 4 Korban di Lokasi Tambang



GlobalNewsindonesia.com-Bulukumba.; Perhimpunan pergerakan mahasiswa (PPM) Dalam Rilisanya, meminta Kapolres Bulukumba Agar Mempreoritas,kan Pengusutan Kasus Meninggalnya 4 Orang di lokasi bekasTambang, di Kecematan Bonto Tiro Kabupaten Bulukumba, Sul-Sel

Sampai detik ini Kasus kejadian Yang Merenggut 4 nyawa Tersebut Belum Ada Kepastian dan status Hukum yang jelas Di Keluarkan Oleh Pihak Polres bulukumba

” Hasil Penyidikan Dan Penyelidakanya Tidak Pernah TerPublis, ini Jelas Pidana Murni Loh, Kok Tidak Ada Yang Bertanggu Jawab,” Cetus Saril CH  Dewan Perjuangan PPM Sul-Sel, dalam siaran persnya, selasa(21/4).

Pemuda bulukumba Ini menambahkan, bahwasanya Pihak Kepolisian Harus segera Memanggil Dan memeriksa pemilik lokasi tambang Beserta Saksi Lain Atas Insiden tersebut.

” pemilik lokasi tambang ini bertanggung jawab penuh dengan persoalan Ini , dan harus di Proses secara Hukum,” cetusnya

Mengingat sangat jelas Pemilik lokasi tambang tersebut tidak mematuhi PERMEN ESDM NO. 07 tahun 2014 tentang reklamasi dan pasca tambang, jadi sangat jelas siapa yang harus bertanggung jawab dalam kejadian ini.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Berry Juana Putra, membenarka bahwa,di lokasi tersebut benar ada pengambilan material yg di lakukan oleh, JAFAR pemilik mobil dum truk yang meninggal, yang mana saat itu dia bersama 3 orang karyawan,nya yang juga keluarganya sendiri dan 1 org anak yang berumur 11 merupakan ponnakanya.

Dimana saat itu sedang mengambil batu kapur, di lokasi milik HALAKING denga caranya menggali dengan menggunakan gancu/linggis dan skop dan setelah itu material di naikkan keatas mobil, lalu akan di angkut ke tempat tinggal alm JAFAR untuk di olah menjadi pupuk KAPTAN lalu di jual, Dimana hasil olahan pupuk tersebut di peruntuhkan buat pertanian seperti,sawah,kebun dan tambak.

" Saat ini kami masih terus melakukan pendalaman apakah ini masuk kategori tambang atau tidak sebagaimana di maksud dalam UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, kami tdk mau gegabah menentukan itu."ungkapnya

Pemilik tambang telah kami lakukan pemeriksaan sejak hari kejadian yaitu, tgl 19 april 2020, namun tentunya kami berharap berikan dulu kami kesempatan untuk melakukan penyelidikan atas kasus ini,biar semua jelas nantinya.(*)

Penulis :Iswan
Editor   : Abm

Side Ads

loading...